Hebat, Mundur Dari PNS Putra Aceh Besar Jadi Pengusaha Ayam Potong

Selasa, 13 Maret 2018 | 21.34 WIB

Bagikan:
Foto:Marwan Ibrahim, SP mantan PNS yang sukses dalam usaha ayam potong

DAILYACEH.COM,Aceh Besar | Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memiliki pendapatannya cukup bagus dan mejaminan kehidupan sejahtera, sangat diharapkan kebanyakan orang, Namun, hal itu tidak bagi Marwan Ibrahim, SP.

Sebab, mantan staf administrasi di Universitas Syiahkuala (Unsyiah) ini, pada tahun 2013 lalu, memilih mengundurkan diri dari pekerjaannya setelah 18 tahun menjadi PNS. Marwan mengambil jalan menjadi pengusaha.

Dia mengaku, sebelum mundur dari PNS, dirinya mulai melirik bisnis peternakan ayam potong (broiler). Karena, pasca tsunami tahun 2005 lalu, ia melihat kebutuhan masyarakat terhadap ayam potong sangat tinggi, sementara saat itu masyarakat membeli ayam dari luar daerah seperti Medan.

Ia merasa lebih seru menjadi pengusaha, meski PNS diakui menawarkan 'kenyamanan'. Pendapatan dari bisnisnya pun lebih besar dibanding saat menjadi PNS. 

“Saya lebih memilih jadi pegusaha karena menurut saya lebih nyaman dan penghasilannya lebih besar dibandingkan saat menjadi PNS,” kata Marwan, Selasa (13/03/2018).

Marwan menceritakan, ketertarikannya menjadi pengusaha tersebut di lakukannya dengan beternak ayam potong kecil-kecilan dirumah sendiri menggunakan modal sendiri.

“Awalnya pada tahun 2005 saya ternak ayam sendiri dirumah, sekitar 2000 ayam, dengan modal sendiri,” ujar alumni Universitas Abulyatama Fakultas Peranian Jurusan Agronomi ini.

Kemudian, sambung Marwan, sekitar awal tahun 2008, dirinya mulai mengembangkan sayap untuk usahanya, dengan bekerjasama dengan pengusaha ayam PT. Indojaya Agrinusa (Japfa) Medan.

“Saya mendatangi managernya, disitu kita ngobrol masalah peternakan ayam, sampai akhirnya kami membuat kesepakatan, dengan perjanjian, saya hanya menyediakan pekerja dan kandang ayam saja,” tambahnya.

Dalam kesepakatan tersebut, lanjut Marwan, pihak Japfa menerima dirinya sebagai mitra usaha ayam potong tersebut, sehingga, perusahaan Japfa mendukung sepenuhnya, mulai dari penyediaan pakan, DOC, vaksin, hingga memberikan dukungan tenaga teknis.

"Saya hanya menyediakan kandang, tenaga kerja, serta peralatan kandang, tentunya supply air dan listrik,” lanjutnya.

Hingga kini, usaha ayam potong yang dimiliki Marwan sudah mencapai 55 ribu ekor ayam di empat lokasi kandang dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 12 orang. Sehingga dengan jumlah tersebut ia dapat penghasilan 120 juta perbulan.

“Saya dengan peternak kandang (pekerja-red) menerapkan bagi hasil, maka, setelah dipotong biaya operasional, biaya makan, dan lain-lain, itulah yang kami bagi, masing-masing pekerja ada yang mendapat 6 juta bahkan 11 juta,” ungkapnya.

Marwan juga mengungkapkan, selama 10 tahun menjadi peternak ayam potong tersebut, belum ada perhatian dari pihak Pemerintah Aceh maupun Kabupaten Aceh Besar. Sehingga, dirinya berharap agar pemerintah, memberi perhatian terhadap usaha yang sekarang ia tekuni tersebut.

“Karena, dengan menampung pekerja diusaha saya ini, dapat membantu rakyat miskin, berarti saya sudah membatu pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan,” imbuhnya. [*]

Bagikan:
KOMENTAR