3000 Lebih Massa Pengajian Sirul Mubtadi Putihkan Pidie Jaya

Minggu, 15 April 2018 | 20.18 WIB

Bagikan:

Foto : Massa Sirul Mubtadi laksanakan pengajian di Pidie Jaya(15/4)

DAILYACEH.COM,Pidie Jaya | Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melaksanakan pengajian dan tausiah akbar Sirul Mubtadi yang berlangsung di lapangan bola kaki Meureudu, acara tersebut dihadiri 3000 lebih massa dengan pengawalan ketat dari petugas kepolisian Pidie,minggu 15/4/2018.

Kegiatan tausiah dan pengajian yang tergabung dalam pengajian Sirul Mubtadi berjalan aman dan tenteram. Walau kondisi lapangan agak becek, namun tidak menghalangi massa dan anggota Sirul Mubtadi untuk mendengarkan Tausiah tersebut.

Pada acara tersebut turut hadir, Ketua Sirul Pusat. Walet Razali, Ketua Sirul Pijay, Walet Jafar. Walet Samalanga (pembawa tausiah) Tu Sop Bireuen (pembawa tausiah), Pjs Bupati Pijay, para SKPK, Dandim Pidie, Polres Pidie, Kapolsek, Koramil, dan para camat dalam Kabupaten Pidie Jaya. selain itu juga turut dihadiri oleh tiga Cabup dan Wabup Pijay yaitu Paslon 1, 2 dan 3, kecuali Paslon no 4.

Pjs. Bupati Pijay, H.Kamaruddin Andalah, S.Sos, M.Si pada pembukaan Tausiah menegaskan bahwa Kehadiran Sirul Mubtadi di Pijay merupakan langkah positif yang harus dipro aktifkan oleh Pemerintah. Dan sesuai fungsinya, Sirul Mubtadi adalah Pengajian Agama yang membuka mata hati ummat Islam agar tidak terseret dalam Aliran Sesat dan Sesat Tanpa Aliran. 

"Saat ini memang banyak sekali aliran-aliran yang masuk ke Aceh, berusaha memperdangkal akidah ummat. Hingga ummat Islam tersesat, karena itu memang aliran sesat. Tapi tidak kurang juga ummat Islam tersesat karena terjerumus tanpa aliran." ucap Pjs. Kamaruddin.

Masih menurut Pjs, beliau mengatakan, atas nama Pemkab Pidie Jaya, pihak pemerintah menyambut baik dan menerima Sirul Mubtadi hadir dan beroperasi di Pidie Jaya.

"Siapapun yang terpilih nanti sebagai Bupati Pidie Jaya, maka wajib membina kesatuan organisasi islam ini. Sebab Sirul Mubtadi adalah bertujuan membangun masyarakat kita dalam hal akidah agama yang berpondasi pada Alsunnah Wal Jamaah yang berpedoman pada mashhab Syafi'i," tutur Kamaruddin.

Ketua Sirul Mubtadi Aceh,  Walet Razali dalam sambutannya juga membahas secara global kegiatan Sirul Mubtadi di Aceh. "Semula payah sekali mendapatkan anggota  tapi sekarang, Insya Allah sudah ada cabangnya di 13 kabupaten kota di Aceh." kata Walet Jafar.

Walet Razali juga mengupas sedikit fungsi dan kedudukan organisasi ini di Aceh. "Sirul Mubtadi semata-mata bergerak dalam pengajian dan tausiah. Tidak berpolitik. Maka jika ada diantara anggota kami yang berpolitik, itu bukan atas nama Sirul Mubtadi tapi itu pribadi mereka. Jika ketahuan membawa nama Sirul Mubtadi ke ranah politik, baik caleg maupun timses, maka namanya kita coret  dari anggota." ucap ketua Sirul Mubtadi Pidie Jaya, Walet Jafar.

Dan disaat giliran Tu Sop memaparkan tausiahnya, dihadapan tiga ribuan lebih massa, Tu Sop, dengan gaya bahasanya yang menawan, seperti sering kita dengar di DiRaja radio FM, beliau menyuruh warga Pijay agar jangan terpengaruh oleh aliran-aliran yang tidak jelas mashhabnya.

Walet Samalanga juga sama seperti hal nya Tu Sop, tetap menganjurkan warga Pijay untuk semuanya menjadi anggota pengajian, Sirul Mubtadi. Acarapun berakhir dengan pembacaan do'a.[Ism]



Bagikan:
KOMENTAR