Gara-gara Ini, Aparat Desa Di Aceh Tengah Mengundurkan Diri Secara Berjamaah

Kamis, 19 April 2018 | 21.56 WIB

Bagikan:
Foto :  Drs. Sarwa Jalami Camat Kebayakan

DAILYACEH.COM,Aceh Tengah | Aparatur Desa Gunung Bukit Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah secara berjamaah melakukan pengunduran diri dari jabatanya, sumber pengunduran diri itu berawal dari selisih paham tentang anggaran dana desa. 

Camat Kebayakan Drs. Sarwa Jalami mengatakan, selisih paham yang terjadi tentang pengelolaan dana desa itu mengakibatkan Reje hingga Kaur dan 3 orang anggota Rakyat Genap Mupakat (RGM) desa setempat ikut mengundurkan diri. 

"Setelah saya melakukan diskusi dengan Reje dan Kaur, sebenarnya bukan dengan emosi mereka melakukan pengunduran diri, namun condong ke intropeksi diri jika memang dianggap kurang sempurna untuk itu mereka mengundurkan diri sementara", ungkap Sarwa diruang kerjanya, Kamis19/04/2018.

Ia menambahkan, permasalahan pengunduran diri aparat desa itu sudah disampaikan kepada Bupati Aceh Tengah dan tinggal menunggu tindak lanjutnya. 

Ia menambahkan, pengunduran diri yang dilakukan aparat desa tersebut merupakan hak priogratif seseorang dalam mengemban amanah. 

"Ini merupakan hak Priogratif seseorang, kami tidak bisa mendorong dan melarang karena itu hak mereka, jika Reje bertekad serius menguburkan diri maka selanjutnya Bedel akan menjabat penganti Reje sementara", terangnya.

Setelah bedel diangkat sebagai pengganti Reje,  selanjutnya bedel lah yang akan memfasilitasi proses Pemilihan ulang yang kepadanya diberikan kewenangan selama satu tahun untuk melakukan pemilihan tersebut. 

Hingga saat ini tambah Camat Kebayakan itu,  pemerintahan Kampung Gunung Bukit Kebayakan masih berjalan normal dan permasalahan tersebut sudah diberitahukan kepada Bupati Aceh Tengah untuk menelaah sekaligus menindak lanjuti pengunduran diri itu. 

Ia meminta kedepan seluruh aparat desa dapat lebih Harmonisasi, dan menjauhi selisih paham yang berlarut larut.

"kalau sudah berlarut larut terjadi dikampung maka rakyat yang menjadi imbas,  tidak lagi dapat menikmati kenyamanan dalam semua hal", tutupnya.[Kar]
Bagikan:
KOMENTAR