Inilah Anak Yang Memukul Ayah Kandung hingga Berlumur Darah

Senin, 09 April 2018 | 23.20 WIB

Bagikan:
Foto : MY tersangka pemukulan orang tua di Desa Sapek Kecamatan Setia Bakti

DAILYACEH.COM,Aceh Jaya | Masa -masa tua seharusnya orang tua mendapatkan kasih sayang dari anak-anaknya namun berbeda dengan SM (72) salah satu warga Desa Sapek Kecamatan Setia Bakti yang harus mendapatkan pemukulan dari anak kandungnya sendiri lantaran gara-gara rumah sekira pukul 15.00 wib, senin 9/4/2018.

Entah apa, MY (45) anak tertua SM yang saat ini masih tinggal dirumah keluarga di Desa Cot Trap Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya mau melakukan penganiayaan pada orang tuanya sendiri hingga berlumur darah dan harus mendapatkan perawatan di RSUD Teuku Umar karena mengalami luka di kepala. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, MY datang dengan sengaja menjumpai ayahnya di salah satu rumah adiknya di Desa Sapek dengan mobil dirinya sendiri untuk memperjelas rumahnya yang ia tinggal saat ini namun entah kenapa yang akhirnya ia harus memukul orang tuanya hingga berlumuran darah. 

Sebelumnya, diberitakan berdasarkan informasi yang diterima dari Kapolres Aceh Jaya AKBP Eko Purwanto melalui Iptu Wilda Lubis Kapolsek Setia Bakti menjelaskan bahwa tersangka (MY) sekira pukul 12.00 Wib berangkat dari Teunom menuju Desa Sapek untuk bertemu ayahnya (SM) dalam rangka meminta uang ganti rugi pembuatan dapur rumah yg berlokasi di Desa Cot Trap Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya.
Menurut cerita, rumah yang di tempati tersangka bersama keluarga saat ini telah ia beli dari orang tuanya (SM) namun pembayarannya belum ia lunasi dengan besaran harga Rp 15 juta dengan perjanjian akan dibayar setelah hari raya Idul Fitri ini. 

Namun setelah adanya perjanjian jual beli, tersangka mengrehab rumah ditambah dapur dengan pengeluaran dana hingga Rp 6 juta, selanjutnya tiba-tiba orang tuanya datang kerumah tersangka bahwa rumah tersebut tidak jadi di jual kepada tersangka dan yang akhirnya terjadilah keributan hingga terjadi pemukulan di rumah anak korban yang lain di Desa Sapek,ungkap Iptu Wilda Lubis. 


Bagikan:
KOMENTAR