Keturunan Tionghoa Diciduk Atas Dugaan Racik Miras Oplosan

Selasa, 17 April 2018 | 13.16 WIB

Bagikan:
Foto : Iptu Riski Adrian,SIK Kasat Reskrim Polres Bireuen sedang memperlihatkan BB

DAILYACEH.COM,Bireuen | Kepolisian Resor Bireuen, senin(16/4) melakukan razia minuman keras( miras) di seputaran kota Bireuen, dalam kegiatan tersebut berhasil mengungkap serta manangkap pengoplos minuman keras di Desa Bandar Bireuen Kecamatan Kota Juang yang diduga sebagai pelaku yang  memproduksi, menyimpan, menimbun, menjual atau memasukkan Khamar (minuman keras) oplosan jenis Ciu, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayat.

Kapolres Bireuen AKBP Riza Yulianto,S.E.,S.H. melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Adrian,SIK., menerangkan,  penangkapan  tidak terlepas dari informasi masyarakat,” dari informasi yang kami terima , kami langsung melakukan pengembangan dan pembuktian dari informasi dengan menuju kerumah tersangka(TT), ternyata benar bahwa tersanga meracik miras” sebut Iptu Riski, selasa(17/4/2018).

Didepan penyidik, (TT) mengaku telah dua tahun meracik miras oplosan tersebut” ya pak, sudah dua tahun saya meracik sendiri,  semua saya lakukan untuk mencari uang lebih karena mengingat kebutuhan saya untuk keluarga” ucap warga keturunan Tionghoa yang telah sembilan tahun masuk islam.

Dan dari lokasi penangkapan, Sat Reskrim berhasil mengamanakan barang bukti berupa :

 7 (tujuh) jerigen kosong berukuran 5 Liter.
 6 (enam) jerigen ukuran 5 liter yang berisikan air miras Ciu.
 7 (tujuh) botol kaca berisikan air samsu / bahan campuran pembuatan air miras
 9 (sembilan) botol kaca berisikan air miras ciu
 1 (satu) buah gayung air berwarna silver
 1 (satu) buah saringan air berwarna biru
 1 (satu) buah ember yang berisikan racikan / fermentasi pembuatan miras ciu
 54 (lima puluh empat) botol kemasan air mineral berukuran 600 ml dengan harga jual perbotolnya RP. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah)
 2 (dua) botol kemasan air mineral berukuran 1500 ml
 1 (satu) buah dandang warna silver
 1 (satu) kompor dengan merek HOCK

” kami menargetkan tidak ada lagi peredaran miras oplosan atau yang lain di Kabupaten Bireuen, baik itu nanti menjelang Ramadan sampai seterusnya, saya sudah mengarahkan Kanit Reskrim.Polsek untuk melakukan razia miras serta memberikan laporan”tegas Iptu Riski,

Dan saat ini tersangka beserta barang bukti telah di amankan di Mapolres Bireuen guna untuk proses hukum lebih lanjut, untuk pasal yang dipersangkakan yakni Pasal 16 ayat 1 qanun aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat dengan ancaman cambuk 60 kali atau denda 600′ gram emas murni atau 60 bulan penjara.

Sumber : tribratanewsbireuen

Bagikan:
KOMENTAR