Nelayan Desa Mon Mata Resah Maraknya Racun Ikan

Minggu, 08 April 2018 | 17.47 WIB

Bagikan:
Foto : Yahya nelayan Desa Mon Mata

DAILYACEH.COM,Aceh Jaya | Para nelayan di Desa Mon Mata Kecamatan Krueng Sabee,Aceh Jaya di keluhkan peracunan ikan yang diduga dilakukan dengan sengaja oleh para pemancing.

Yahya Ketua Nelayan Krueng Kemukiman Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya ( minggu 8/4/2018 ) mengatakan pihaknya dalam beberapa pekan ini banyak sekali menerima keluhan dari para nelayan sungai tentang peracunan ikan yang dilakukan oleh orang yang tak bertanggung jawab.

Atas hal tersebut kedepan akan berdampak kehilangan ikan di kawasan sungai sekaligus para akan kehilangan mata pencaharian para nelayan di kawasan Kemukiman Krueng Sabee.

" Selama ini banyak terima keluhan dari masyarakat tentang maraknya peracunan ikan yang dilakukan oleh orang yang tak bertanggung jawab," kata Yahya.

kawasan sungai tersebut merupakan salah satu tempat mata pencaharian sehari-hari masyarakat dan jika peracunan ikan tidak segera di cegah maka para warga terutama yang berprofesi sebagai nelayan akan kehialangan mata pencaharian sehingga tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Yahya juga menuturkan pihaknya terutama para nelayan sudah pernah melakukan teguran dan pemasangan palang larangan dan himbauan namun hal tersebut tidak dihirau oleh pelaku yang melakukan peracunan ikan.

Dan kita berharap kepada pihak terkait agar bisa segera menangkap pelaku yang meracun ikan di wilayah kami,karena kalau ini terus dibiarkan maka kedepan bukan hanya kehilangan mata pencaharian warga akan tetapi juga akan habis ikan yang berkembang biak di kawasan sungai di wilayah kemukiman Krueng Sabee, jelas Yahya.

Sementara Mantan Ketua JPKP Aceh Jaya Fajri Azhari mengungkapkan dirinya juga mendesak pihak terkait agar bisa segera malakukan tindakan tegas terhadap pelaku yang melakukan peracunan ikan yang saat ini dikeluhkan oleh para nelayan.

Dan ini sebagaimana yang maksud dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 Tentang Perikanan, dalam pasal 84 dituliskan bahwa menangkap ikan dengan bahan berbahaya diancam pidana penjara maksimal 6 tahun serta denda maksimal sebear Rp1,2 miliar, tutur Fajri. []
Bagikan:
KOMENTAR