Perihal Meningalnya Warga Aceh Di Negeri Jiran, H.Uma Imbau Masyarakat Tidak Boleh Percaya Yang Mengaku Abu Saba

Kamis, 19 April 2018 | 01.01 WIB

Bagikan:

DAILYACEH.COM,Jakarta | H Sudirman alias Haji Uma anggota DPD RI asal Aceh mengimbau warga tidak mudah percaya dengan penelpon yang mengaku Abu Saba (Ketua Grup Kesatuan Aneuk Nanggroe Aceh (KANA) di Malaysia untuk meminta uang dengan alasan untuk biaya pemulangan TKI Aceh yang meninggal di Malaysia.
Imbauan itu disampaikan Haji Uma terkait adanya oknum yang mengaku Abu Saba meminta uang pada keluarga Junaidi TKI asal Aceh yang meninggal, Selasa (17/42018) di Malaysia karena mengalami kecelakaan kerja.
Penelpon tersebut hendak memanfaatkan kejadian itu untuk mencari keuntungan pribadi dengan cara menghubungi keluarga korban di Aceh Timur.
" jangan percaya kabar Hoax yang meng atas namakan Abu saba",kata H.Uma.
Haji Uma mengungkapkan ada pihak tertentu yang menelpon meminta di kirim kan biaya hingga belasan juta untuk segera dikirim melalui salah satu Bank, selain itu meminta uang juga meminta di gantikan pulsa karena sudah banyak menghabiskan pulsa saat menelpon sana sini dalam mengurus korban di katakan oleh OTK kepada keluarga,ungkap H. uma. 

Tentang perihal tersebut, itu tidak benar dari Abu Saba karena saya telah lama mengenal Abu Saba dan telah lama ikut membantu pemulangan TKI yang bermasalah di Negeri Jiran dan berbagai hal lainnya yang menyangkut dengan masyarakat Aceh. 
Oleh karena itu mengharapkan pada semua masyarakat Aceh terutama bagi keluarga korban agar tidak memberikan sepersen danapun,apabila ada pihak yang meminta untuk biaya pengurusan di Malaysia seperti yang terjadi terhadap keluarga Junaidi, ungkap H. Uma lagi. 
Untuk di ketahui bersama Junaidi TKI Asal Aceh Anak ke tiga dari Adnan dan Aminah yang meninggal di Daerah Kechau Kuala Lipis Pahang Malaysia kemarin akibat terjatuh dari Trek pengangkut tanah.
Junaidi sendiri menurut info yang kita terima datang dan bermain di tempat teman nya bekerja, waktu itu menumpang Trek temannya dan di saat bekerja trek pengangkut tanah itu terguling.
Sejak kejadian tersebut saya sudah berbicara intent dengan Abu Saba dan Abu saba mengatakan ia sudah juga berkordinasi dengan perusahaan teman nya bekerja namun perusahaan tersebut tidak mau menanggung biaya karena korban bukan karyawan nya sehingga Abu Saba terus membangun komonikasi kepada semua pihak terus untuk pemulangan almarhum. 
" Alhamdulillah ada donatur yang akan membantu yaitu dari pihak Vihara Yayasan Murni Sakti Idi Rayek dengan menyerah langsung dana nya kepada Abu Saba," kata H.Uma.
Tambah H.Uma, sampai saat ini jenazah Almarhum masih di semayamkan di Hospital Kuala Lipis Pahang baru selesai menjalankan olah forensik penyebab meninggal dan kemudian baru di tindak lanjuti dengan kelengkapan berkas dan adminitrasi oleh imigrasi untuk bisa di pulangkan ke Aceh dan kemungkinan jenazah bisa di berangkatkan pada 20 April, tutur H.Uma.
Bagikan:
KOMENTAR