Senator Asal Aceh Siap Bantu Ringankan Pasien Bocor Jantung Asal Aceh Selatan

Jumat, 27 April 2018 | 20.34 WIB

Bagikan:
Foto : Amira Salsabila pasien bocor jantung asal Aceh Selatan

DAILYACEH.COM,Banda Aceh | Amira Salsabila, balita berusia 4.9 tahun asal Pasie Raja Kabupaten Selatan pasien bocor jantung di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo (RSUCM) di Jakarta. 

Sementara keluarga pasien sangat kesulitan untuk kebutuhan biaya perjalanan dan biaya hidup selama mendampingi perawatan Amira disana terutama biaya tiket perjalanan dan biaya hidup yang belum tercukupi dan ditambah lagi dengan harus membayar biaya tabung oksigen hingga 17 juta rupiah yang harus dibayar ke RSUZA Banda Aceh. 

Kondisi miris keluarga bocah Amira diketahui berdasarkan informasi dari anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman alias Haji Uma, Jum'at (27/4). Menurut senator yang dikenal memiliki rasa kepedulian sosial tinggi ini, dirinya dihubungi oleh pihak LSM LEKAS yang menyampaikan kondisi masalah serta berharap dirinya dapat membantu meringankan beban biaya yang dihadapi keluarga Amira untuk proses rujukan perawatan lanjutan di Jakarta. 

Dan setelah mendapat informasi tersebut, Haji Uma kemudian berkomunikasi langsung dengan Thaisir, ayah dari Amira yang menangis tersedu saat menyampaikan kondisi buah hatinya dan masalah yang dihadapinya. Setelah itu, Haji Uma juga meminta staf nya di Banda Aceh untuk melakukan cros-check langsung terhadap masalah yang disampaikan.

Selanjutnya berdasarkan informasi dari stafnya terkait kondisi rill di RSUZA, Haji Uma kembali menelfon orang tua Amira. Haji Uma mengakui, dirinya begitu miris saat mendengar ucapan ayah Amira yang sudah pasrah dan menyerah atas kondisi yang dihadapinya. "Saya sudah pasrah dan tidak tau lagi harus berbuat apa, biar anak saya kami bawa pulang kembali ke kampung,ulang kata Thaisir orang tua Amira. 

Mendengar perkataan orang tua Amira tersebut Haji Uma berharap agar keluarga tidak berputus asa dan menyerah karena yang terpenting adalah proses pengobatan Amira. Haji Uma kemudian berjanji untuk membantu keluarga Amira semampu dan semaksimal mungkin dari biaya pribadinya.

Haji Uma mengakui, selain merasa miris atas kondisi yang ditemui, dirinya juga merasa jengkel dengan kondisi layanan kesehatan yang belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat dari golongan kurang mampu dan miskin. Padahal layanan kesehatan adalah hak asasi dan hak dasar sebagai warga yang harus dipenuhi negara,ucap Haji Uma. []
Bagikan:
KOMENTAR