Tolak Narkoba, BNNK Rangkul Hampir Seluruh Lapisan Masyarakat Pijay

Rabu, 18 April 2018 | 18.04 WIB

Bagikan:

DAILYACEH.COM,Pijay | BNNK Pijay rekrut Tim Penggiat Narkoba hampir seluruh lapisan masyarakat Pidie Jaya. Mulai dari kaum remaja putra/putri sampai kepada bapak-bapak dari intansi pemeritah daerah kabupaten. Terbukti, hari ini, juga dibentuk Tim penggiat dari kalangan PNS dan ASN, dikantor Camat Meurah Dua, Rabu 18/4/2018.

Hadir pada acara tersebut, Para sekretaris kecamatan (sekcam) dari delapan (8) kecamatan dan intansi/dinas pemerintah daerah kabupaten Pidie Jaya. Dengan nara sumber selain kepala BNNK Pijay, juga menghadirkan kapolsek Meureudu.

Hal ini perlu diapresiasi kepada kepala BNNK Pijay, Nurdaidah, S.Pd, yang berhasil membentuk penggiat anti narkoba, hampir seluruh lapisan masyarakat, khususnya dikabupaten Pidie Jaya. 

Sejak Februari lalu BNNK telah membentuk tim relawan dari para imum mukim (ASN)sekabupaten, Para ibu-ibu TTP PKK seluruh kecamatan, Relawan Muda, Relawan Mudi dan Anak Sekolah. Lalu pada hari ini dari kalangan sekcam dan instansi pemda (PNS) Pidie Jaya.

Kepala BNNK Pijay dalam arahannya mengharapkan agar pihak PNS menjaga agar narkoba jangan masuk ke lingkup pejabat. Begitu juga kepada intansi pemda untuk jangan bosan mencegah dan berusaha agar narkoba jangan hinggap ke HABITAT para dinas dan intansi. "Mari sama-sama menjaga Pidie Jaya ini aman dari racun narkoba." ucap Nurdaidah.

Kapolsek Meureudu, AKP Aditia Kusuma, S.I.K, juga menghimbau masyarakat, terutama para sekcam dan dinas pemda, jangan takut untuk melapor jika ada, teman, kerabat atau siapa saja yang kedapatan menggunakan narkoba.

"Jangan takut. Sebab mencegah narkoba bagi masyarakat merupakan sebagian dari ibadah juga, yaitu menegakkan anjuran Al qur an, tentang Amar maghruf, Nahi Mungkar. Mencegah perbuatan keji dan menyuruh berbuat baik adalah ibadah." tegas kapolsek.

Masih menurut kapolsek, "Apabila kita mati dibunuh oleh seseorang karena dia dendam kepada kita yang telah mencegah narkoba, maka mati kita juga tidak sia-sia. Ada pahala Syahit." Jelas kapolsek.

Menyimak dari serangkaian kegiatan dan para penggiat anti Narkoba di kabupaten yang bermotto "Peugah Lagee But, Pubut Lagee Na" hampir mencakup ke seluruh jaringan masyarakat. Tentu saja dengan ruang gerak yang begitu sempit bagi  para bandar, pemakai, dan kurir narkoba, kita berhayal, meramal dan mengharap bahwa Narkoba di Pidie Jaya akan pupus, minimal akan langka terdapat kasus-kasus narkoba.

Bayangkan, kalau setiap kemukiman akan mengajak geuchiknya untuk memantau dan mencegah narkoba di kampungnya masing-masing. Sementara TP PKK akan mengajak seluruh anggotanya para kaum ibu untuk mencegah narkoba pada keluarganya, (termasuk suami dan putra-putrinya).

Tim Relawan Putra menolak narkoba dari para seluruh pemuda, tim putri juga menjaga agar narkoba tidak merasuk kaumnya, para Anak Sekolah juga demikian, bersama guru, lingkungan sekolah akan bebas narkoba. Apalagi di kalangan ASN dan PNS juga sudah ada penggiatnya. Semuanya sama-sama sepakat menutup pintu bagi bandar, dan mencegah para pemakai di arealnya masing-masing. Kokoh bagai Tembok Berlin. Narkoba benar-benar telah terblokir.

Tapi yang jadi pertanyaan, mengapa Pidie Jaya hampir tiap bulan di akhir-akhir ini pihak kepolisian menangani kasus yang satu ini, yaitu Narkoba?

Acara yang dihadiri oleh 30 peserta dari kalangan para sekcam dan intansi/dinas pemda Pidie Jaya, berkhir menjelang Azan Dhuhur.[Ism]
Bagikan:
KOMENTAR