Ummat Charity Dan KSDA salur Bantuan Ke Pengungsi Rohingya

Minggu, 22 April 2018 | 02.09 WIB

Bagikan:
Foto : Ummat Charity Dan KSDA salur Bantuan Ke Pengungsi Rohingya(21/4)

DAILYACEH.COM,Bireuen | Ummat Charity dan Komunitas Solidaritas Dhuafa Aceh (KSDA) menyalurkan bantuan untuk pengungsi Rohingya, sabtu (21/4/2018). Bantuan diantar langsung ke lokasi penampungan di SKB, Cot Gapu,Kabupaten Bireuen.  

Bantuan tersebut diserahkan langsung Founder Ummat Charity Akmal Hanif yang di dampingi ketua umum KSDA pusat Nanda Indah Sari, yang diterima oleh Sekda Kabupaten Bireuen Ir Zulkifli serta disaksikan Kepala Dinas Sosial Bireun Murdani, Kepala SKB Usman dan kepala BNPB M.Nasir. 

Dari keterangan Akmal Hanif, bantuan yang diserahkan berupa pakaian sangat layak pakai,  Al Quran,  sembako,  air mineral,  kain sarung,  kurma arab, perlengkapan mandi serta  kebutuhan wanita dan anak.  

"Bantuan ini berasal dari sumbangan masyarakat di Aceh Utara,  Lhokseumawe,  Bireun hingga Banda Aceh yang digalang para relawan dalam waktu semalam. Alhamdulillah antusias masyarakat menyumbang sangat tinggi," sebut sosok yang akrab disapa Abi Elhanief tersebut kepada sejumlah wartawan di lokasi penampungan pengungsi.  

Selain menyerahkan bantuan,  relawan Ummat Charity dan KSDA juga menyempatkan berkomunikasi sambil bercanda menghibur para pengungsi Rohingya yang sudah mulai terlihat bugar.  

Sementara itu dari pantauan relawan,  jumlah bantuan khususnya pakaian layak pakai terus mengalir dari masyarakat.  

Ketua Umum KSDA Nanda Indah Sari menyebut akan terus berkoordinasi dengan BNPB,  jika ada kemungkinan ada arus pengungsi yang kembali terdampar di perairan Aceh.  

"Jika ke depan ada pengungsi Rohingya dan Burma yang terdampar lagi ke Aceh,  maka bantuan yang sudah ada seperti pakaian layak pakai dapat di salurkan,  jika memang yang sekarang sudah mencukupi," harap Nanda.  

KSDA dan Ummat Charity juga akan melanjutkan penggalangan bantuan untuk pengungsi Muslim Rohingya.  

"Kami lanjutkan penggalangan bantuan,  mempersiapkan jika ada kemungkinan arus pengungsi susulan" pungkas Abi Elhanief. 

Sebelumnya di kabarkan sebanyak 76  jiwa warga muslim Rohingya sekitar pukul 14.30 WIB, Jumat  (20/04/2018). Mereka menderita berbagai tingkat kelelahan dan dehidrasi.

Menurut pengakuan warga Rohingya, mereka sudah hampir satu minggu terombang-ambing di laut dengan menggunakan perahu ikan berbobot 10 gross tonnage (GT).

Saat terdampar kondisi puluhan warga Rohingya sangat lusuh setelah berhari-hari terombang-ambing di laut. (*)
Bagikan:
KOMENTAR