Gara-gara Ada Penyusup, Mubes IPELMAJA Ricuh

Minggu, 06 Mei 2018 | 18.40 WIB

Bagikan:
Foto : Ilustrasi

DAILYACEH.COM,Banda Aceh | Musyawarah Besar (MUBES) ke 7 Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Jaya (IPELMAJA) Banda Aceh yang berlansung di Aula Gedung Kesbangpol dan Linmas Provinsi Aceh ricuh pasca lima dari sembilan kecamatan menolak pelaksanaan Mubes, Minggu (6/5/2018).

Penolakan tersebut didasari oleh panitia yang membolehkan peserta diluar ketentuan masuk ke arena Mubes, artinya mubes itu ilegal karena ada penyusup," kata Afzalul Zikri salah satu peserta dari kecamatan yang ikut menolak kepada media ini.

Ia mengungkapkan peserta yang dikirim oleh kecamatan Krueng Sabee yang mandatnya bukan ditandatangani oleh ketua Kecamatan dan tidak dibubuhkan stempel pada surat yang mandat yang mengaku sebagai ketua kecamatan Krueng Sabee.

Pasalnya, menurut informasi yang kami terima jika kecamatan Krueng Sabee ada dualisme kepemimpinan, dan hanya kepemimpinan yang diketua oleh Riski Febrianda yang legal, bahkan ketua satu lagi sudah diturunkan dalam rapat pengurus Ipelmaks.

Afzalul menyampaikan kelima ketua kecamatan yang menolak Mubes ke 7 Ipelmaja Banda Aceh tersebut antara lain, Kecamatan Pasie Raya Samsul Rizal, Kecamatan Panga Zulbahri, Kecamatan Darul Hikmah Saryulis, Kecamatan Sampoiniet Hasrijal dan Kecamatan Krueng Sabee yang legal Riski Febrianda.[*]
Bagikan:
KOMENTAR