Ironis, Makam Cut Mutia Luput Dari Perhatian

Senin, 28 Mei 2018 | 19.55 WIB

Bagikan:
Foto : Makam Cut Nyak Mutia

DAILYACEH.COM,Aceh Utara | Gelar Pahlawan Nasional merupakan sebuah gelar kehormatan yang diberikan Negara sebagai wujut jasa – jasa nya dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Indonesia.

Salah satunya Cut Nyak Mutia yang merupakan salah satu pahlawan nasional wanita asal Aceh yang di berigelar oleh negara berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 107/1964 pada tahun 1964. 

Cut Nyak Mutia yang lahir di Keureutoe, Pirak, Aceh Utara, pada tahun 1870 dan wafat di Alue Kureng, Aceh, pada 24 Oktober 1910 merupakan seorang wanita pemberani melawan penjajahan belanda , dianya berjuang bersama suaminya Teuku Muhammad atau Teuku Tjik Tunong, Namun pada bulan Maret 1905, Tjik Tunong berhasil ditangkap Belanda dan dihukum mati di tepi pantai Lhokseumawe.kemudian Cut Nyak Mutia menikah dengan Pang Nanggroe dan terus melakukan perlawanan kepada belanda, dan pada tanggal 26 September 1910 Pang Nanggroe pun gugur dalam sebuah pertempuran.

Sepeninggal suaminya tak membuat tekat dan semangat perjuangan melawan penjajah belanda ditanah air surut , tapi Cut Nyak Mutia terus menyerang dan merampas pos-pos kolonial sambil bergerak menuju Gayo melewati hutan belantara. Namun pada tanggal 24 Oktober 1910, Cut Nyak Meutia bersama pasukannya bentrok dengan belanda tepatnya di Alue Kureng , dan membuat Cut Nyak Mutia gugur dalam pertempuran tersebut.

Ironisnya gelar pahlawan yang disandang Cut Nyak Mutia tidak lah membuat pemerintah daerah dan pusat , begitu memperhatikan keberadaan Makam Cut Nyak Mutia yang berada di hutan belantara, yang jauhnya hanya sekitar 45 KM dari pusat Ibu kota Aceh Utara , hal ini terlihat dimana Jalan menuju Akses Makam Cut Nyak Mutia yang sangat memprihatinka .

Dan Biasanya setiap Makam Pahlawan Nasional di seluruh Nusantara selalu dirawat oleh pemerintah setempat. Tak terkecuali jalan menuju makamnya, namun hal berbeda terjadi pada Makam Cut Nyak Meutia di Desa Alue Rime, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, Aceh.

Kondisi jalannya yang penuh hutan belantara, berlumpur serta kerap longsor dipastikan orang-orang yang mau berziarah harus berpikir panjang, apalagi jarak tempuhnya mencapai 23 km dari pusat kecamatan Pirak timur.Dan dengan kondisi yang seperti ini membuat masyarakat yang mau berziarah kemakam Cut Nyak Mutia jadi terganggu , ungkap Ketua IPSM Aceh Utara , Muktaruddin , S.Pd kepada media ini.

” kami dari IPSM Aceh Utara , sebelum ini kami tanpak tilas ke makam Cut Nyak Mutia, memang sangat ironis”Indonesia sudah merdeka puluhan tahun, berkat perjuangan para pahlawan salah satunya Cut Nyak Mutia, dan rasanya tidak pantas , jika kita tidak memperhatikan akses jalan menuju Makam Cut Nyak Mutia, ucap Muktar

Bahkan tegas Muktar untuk mencapai makam Cut Nyak Mutia kita harus mengarungi sungai keureuto , dan sambung Krueng ( sungai ) kureng sejauh 3 KM dan membutuhkan waktu sekitar satu jam setengah.

Muktar menambahkan bahwa jika akses jalan diperbiki bukan hanya untuk makam Cut Nyak Mutia saja , tapi juga menjadi Pemberdayaan ekonomi rakyat , karena banyak masyarakat bertani disana , dengan membuk lahan baru , dan selama ini mereka terkendala dalam membawa hasil panennya seperti pisang , sawit dan karet.

IPSM sendiri mengharapkan kepada pemerintah pusat dan daerah untuk segera memperbaiki akses jalan menuju makam Cut Nyak Mutia yang hanya 23 KM , karena berkat perjuangan beliaulah kita dapat menikmati kemerdekan indonesia dari penjajahan belanda seperti saat ini,”tutup Muktar. (*)
Bagikan:
KOMENTAR