LEMKASPA: Penyelesaian Sumur Minyak Harus Pro Rakyat

Senin, 07 Mei 2018 | 16.47 WIB

Bagikan:
Foto : Samsul Bahri M.Si ketua Lemkaspa

DAILYACEH.COM,Banda Aceh | Musibah ledakan sumur minyak tradisional di Perlak Aceh timur beberapa minggu yang lalu, harus di selesaikan secara arif dan memihak kepada masyarakat setempat. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua umum Lembaga Kajian Strategis dan Kebijakan Publik Samsul Bahri M.Si kepada media ini senin 07 Mei 2018.

Ketua umum LEMKASPA menjelaskan bahwa persoalan tambang minyak tradisional harus diselesai atas dasar keadilan dan mengedepan faktor-faktor kepenting masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sumur minyak tradiaional.

Menurut Samsul pasca ledakan sumur minyak yang merenggut korban jiwa, telah terjadi unjuk rasa masyarakat dengan tuntutan meminta pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Timur tidak menutup tambang masyarakat secara sepihak, tanpa melihat akar masalah sacara mendalam yang terjadi di kehidupan sehari-hari. "masyarakat menuntut akibat faktor himpitan ekonomi yang semakin mencekik, semua disebabkan oleh ekonomi yang semakin hari semakin sulit".

Lebih lanjut Samsul Bahri M.Si juga menambahkan persoalan saat ini, jangan lagi mencari siapa yang salah dan siapa yang benar dalam kasus ledakkan sumur minyak. "Namum upaya penyelesaian masalah dengan pendekatan secara persuasif. Artinya pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, harus melihat dimensi lain sebagai indikator dalam menyelesaikan masalah tersebut atas dasar kepentingan masyarakat" tambah dirinya.

Ketua Umum LEMKASPA juga menyayangkan sikap Bupati Aceh Timur yang dinilai lambat merespon tuntutan masyakat petambang minyak tradisional "Kita sangat menyayangkan sikap seorang Bupati lambat dalam merespon terhadap tuntutan rakyat. Sebesar apapun masalah seorang pemimpin harus berani berhadapan dengan rakyat, jangan dibiarkan berlarut sampai lama.

Mereka terpilih di tangan rakyat, dan bekerja atas kepentingan rakyat, "Di areal sumur minyak ada ribuan masyarakat yang mengantung hidupnya, jadi harus disikapi secara cepat oleh seorang pimpinan.

Samsul juga menyangkan sikap pihak keamanan yang menahan masyarakat penambang minyak, "Yang perlu diketahui, ledakan sumur minyak merupakan bencana, bukan kriminal, kalau kriminal boleh pihak keamanan turun tangan, ini murni bencana, jadi jangan salah dalam memahami suatu permasalahan, tutup dirinya.(*)
Bagikan:
KOMENTAR