Diduga Kampanye Pasangan Putih Libatkan Massa Anak-Anak

Minggu, 24 Juni 2018 | 16.11 WIB

Bagikan:
Foto : Kampanye Pasangan Putih Libatkan Massa Anak-Anak

DAILYACEH.COM,Tapaktuan | kegiatan kampanye pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Aceh Selatan H.T Sama Indra SH-Harmaini Msi diduga ada melibatkan anak anak di bawah umur.

Hal keterlibatan massa anak-anak tersebut disaat ada beberapa foto yang sempat beredar di Grub WhatsApp perihal kegiatan kampanye Cabup dan Cawabup Aceh Selatan kemarin yang berlangsung di Lapangan Bola kaki Padang Semantok Kecamatan Meukek, Sabtu 23/06/2018.

Viralnya foto Pengerahan massa Kampanye pasangan Putih yang melibatkan banyak anak-anak mendapat protes keras dari Ketua Aliansi pemuda Peduli Aceh selatan (AP2AS) yang disampaikan melalui selular.

Pasalnya menurut Ismed ketua Ketua Aliansi pemuda Peduli Aceh selatan (AP2AS) selain membahayakan keselamatan anak-anak yang menggunakan kendaraan bak terbuka dan tidak di dampingi oleh orang tua juga melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak, " katanya.

Ismed mengatakan, Pasal 15 dan Pasal 76 H Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak secara eksplisit melarang pelibatan anak dalam aktivitas politik dan Pasal 15 UU Perlindungan Anak menyebutkan, setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik. 

Melihat kasus tersebut Aliansi pemuda Peduli Aceh selatan (AP2AS) meminta Panwaslih Aceh Selatan untuk memproses kasus ini sebagai sebuah pelanggaran karena dengan jelas melakukan pengerahan Massa anak-anak, kita bisa lihat dari kendaraan dan pakaian yang di pakai jelas milik salah satu pasangan Calon Bupati Aceh Selatan dan itu tidak bisa di helak lagi, Ucapnya dengan Tegas.

Sementara itu Ketua Panwaslih Aceh Selatan Hendra Syahputra, SHI saat di konfirmasi mengatakan, Panwaslih Aceh Selatan sudah mendapatkan laporan-laporan tentang pengerahan massa Kampanye Anak-anak dan kita melihat itu sebagai sebuah Pelanggaran.

Selain melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 4 tahun 2017 tentang, pelibatan anak dalam kampanye, hal itu juga bertentangan dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak.

Jika paslon kedapatan dan terbukti, maka calon tersebut terancam pidana Dan ini akan kita laporkan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI).

"Keterlibatan anak saat berkampanye jelas sudah dilarang oleh Undang-undang dan PKPU. Paslon yang bersangkutan bisa didiskualifikasi," kata Hendra.

Dia menjelaskan, dalam pasal 12 ayat 2 PKPU nomor 4 tahun 2017, memang tidak menyebutkan kata anak di bawah umur, dan ini akan kita Proses.

Kita akan melakukan kajian terhadap dugaan pelanggaran tersebut, selanjutnya akan kita rekomendasikan kepada pihak terkait hasil dari kajian dan keputusan dari panwaslih Aceh selatan nantinya, " kata Hendra Syahputra.[]
Bagikan:
KOMENTAR