HMI Nagan Raya Minta Usut Tuntas Korupsi Beasiswa

Jumat, 29 Juni 2018 | 17.13 WIB

Bagikan:
Foto: Zubir Ketua HMI Cabang Kabupaten Nagan Raya

DAILYACEH.COM,Banda Aceh | Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kabupaten Nagan Raya meminta usut tuntas tentang korupsi dana basiswa yang diduga dilakukan oleh oknum anggota DPRA yang saat ini sudah merebak dikalangan masyarakat Aceh. 

Hal tersebut disampaikan oleh Zubir Ketua HMI Cabang Nagan Raya (29/6) yang meminta Aparat penegak hukum khususnya pihak Kepolisian Polda Aceh untuk serius dalam menangani perkara dugaan korupsi dana beasiswa milik mahasiswa yang terindikasi melibatkan beberapa oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA)

Menurutnya, proses penanganan kasus pemotongan beasiwa yang diduga dilakukan oleh segelintir oknum anggota DPR Aceh masih berjalan di tempat. Pasalnya, pihak kepolisian masih belum menetapkan status hukum terhadap tersangka-tersangka yang diduga telah melakukan pembegalan dana bantuan beasiswa milik mahasiswa yang dialokasikan dari dana aspirasi DPR Aceh melalui BPSDM tahun 2017, untuk itu pihak kepolisian Polda Aceh dalam hal ini terkesan tidak serius.

“Kami mempertanyakan bagaimana kinerja Polda Aceh terkait kasus ini?, sudah berapa lama kasus ini bergulir?, kok tahapannya masih saja ditingkat penyelidikan dan belum ada perkembangan yang signifikan. Padahal, rakyat Aceh sangat berharap kepada pihak Kepolisian agar kasus dana beasiswa ini bisa diusut secara tuntas dan tidak berlarut-larut,” tutur Hamid.

Ketua HMI Cabang Nagan Raya ini juga berharap agar penegak hukum harus punya nyali dan tidak takut dalam menuntaskan kasus pembegalan dana beasiswa di Aceh.

“Jangan hanya yang diproses secara hukum hingga tuntas adalah orang-orang yang berada di level kelas bawah saja, contohnya adik-adik dan abang-abang mahasiswa. Ini penting demi menjaga wibawa lembaga Kepolisian Polda Aceh. Sehingga, tidak terkesan tebang pilih dalam proses penegakan hukum di Aceh,” tegas Zubir.

Zubir juga menjelaskan, kata dia, memang dalam melakukan proses Hukum, pihak Kepolisian Polda Aceh harus mengutamakan kehati-hatian, apalagi yang diduga terlibat dalam kasus korupsi itu adalah orang-orang yang duduk di parlemen Aceh. Namun, ia menyesalkan kelama-lamaan yang ditampilkan oleh penegak hukum, seharusnya Polisi sudah bisa meningkatkan proses penyelidikan ke tingkat penyidikan hingga selanjutnya ke tahap penetapan tersangka terhadap pelaku. Apalagi jika berbagai alat bukti dan saksi sudah dinilai cukup, maka polisi tidak perlu menghabiskan waktu sia-sia untuk menetapkan status tersangka.

Kita bukan bermaksud melakukan intervensi atau mencampuri kinerja Kepolisian. Tapi, sebagai salah satu komponen masyarakat, kami berkewajiban mengingatkan sekaligus melakukan pengawasan terhadap kinerja Kepolisian,” ujarnya.

Karenanya, Zubir meminta pihak Kepolisian Daerah (Polda) Aceh agar bekerja lebih keras dan tetap serius mengusut tuntas dugaan korupsi dana beasiswa tersebut. Selain itu, polisi juga harus segera menetapkan beberapa oknum anggota DPRA sebagai tersangka dalam perkara itu, jika semua unsur telah terpenuhi.

“Saya rasa dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, harusnya Polisi sudah mampu bekerja lebih cepat dan tepat dalam menangani berbagai kasus korupsi yang ada di Aceh,” tutup Zubir.[*]
Bagikan:
KOMENTAR