Ketua PPP Aceh Besar Sayangkan Komentar Tiga Ketua Partai,Ada Apa

Minggu, 24 Juni 2018 | 10.28 WIB

Bagikan:

Foto :  H. Musannif Sanusi, SE
Ketua DPC PPP Aceh Besar

DAILYACEH.COM,Aceh Besar | Ketua DPC PPP Aceh Besar H. Musannif Sanusi, SE menyampaikan bahwa demokrasi politik tidak boleh dicederai, hal tersebut terkait adanya tiga fraksi yaitu, Golkar, Nasdem dan PAN yang menolak hasil Fit and Proper Test Calon Anggota KIP Aceh Besar yang dilakukan oleh Komisi I DPRK Aceh Besar.

Musannif mengatakan jika rekruitmen anggota KIP Aceh Besar ada yang menilai telah cacat hukum, maka hal tersebut sangat tidak relevan. Dan terkait hal tersebut Paripurna Istimewa DPRK Aceh Besar telah dilakukan tanpa ada protes dari pihak manapun, lanjutnya jika andaikan tidak sesuai tata tertib mengapa bisa berjalan paripurna tersebut.

“Proses administrasi yang telah dijalankan panitia seleksi sudah selesai, faktanya proses politik di Komisi I DPRK Aceh Besar juga sudah dilaksanakan. Kalau kedua proses ini sudah berjalan dan tidak ada terjadi permasalahan, maka pertanyaannya kenapa belakangan ditolak,” kata Musannif yang juga merupakan anggota DPR Aceh, Sabtu (23/6/2018).

Selaku orang yang telah berpengalaman dalam memproses Panwaslih, KKR, Komisi Penyiaran dan Komisi Informasi Aceh, Musannif yang pernah duduk di Komisi I DPR Aceh mengatakan, agar selalu mengedepankan sikap profesional.

“Ini menyangkut dengan harkat dan martabat orang yang sudah selesai mengikuti segala aturan dan proses tersebut. Dan sudah terpilih, tentunya kalau dipermasalahkan lagi akan timbul masalah lain, sedangkan tahapan pemilu harus terus berjalan,” ungkapnya.

“Saya tidak dalam kapasitas mendukung atau menolak, tapi hanya menghimbau sebagai sesama warga Aceh Besar agar tidak terjadi kekisruhan politik, sebab pasti juga akan ada respon dari orang-orang yang sudah terpilih tersebut jika hal seperti itu diteruskan,” tambahnya.

Mantan Ketua DPRK Aceh Besar itu pun mengharapkan agar tidak terjadi hal-hal yang kurang baik terhadap persoalan pemilihan KIP Aceh Besar. Hal tersebut diungkapkannya lantaran proses tahapan pemilu sedang berlangsung agar proses demokrasi itu bisa berjalan dengan baik, dan tidak terjadi kekisruhan politik di Aceh Besar, serta tentunya kestabilan politik di Aceh Besar agar tetap terjaga. [•]
Bagikan:
KOMENTAR