Tokoh Muda Aceh Jaya Desak Pemerintah Aceh, Tentang Apa?

Selasa, 26 Juni 2018 | 16.49 WIB

Bagikan:
Foto : Nasri Saputra

DAILYACEH.COM, Calang | Nasri Saputra pria yang dikenal dengan panggilan akrap Poen Che'k mendesak Pemerintah Aceh untuk segera mempercepat proses pelelangan semua paket Proyek Pekerjaan Pembangunan Dana Otsus  Kabupaten/Kota tahun 2018.

Hal tersebut dikatakan Nasri mengingat waktu yang sudah memasuki akhir bulan juni. Dirinya menambahkan keterlambatan proses pelelangan dikhawatirkan dapat mengakibatkan tidak tercapainya target pembangunan, sehingga masyarakat dirugikan karena tidak bisa menikmati hasil daripada pembangunan.

Nasri menilai lambannya proses pelelangan adalah bentuk ketidakseriusan dan tidak komitmen Pemerintahan Aceh terhadap kemajuan dan pencapaian target pembangunan kabupaten/kota.

"Kita minta Pemerintah Aceh ( gubernur ) untuk serius dan peduli terhadap pembangunan kabupaten/kota, maka kita desak percepat proses pelelangan proyek Otsus, ini sudah akhir bulan juni masih banyak paket pekerjaan yang belum dilelang, kapan mau dikerjakan, apa lagi khusus Aceh Jaya bulan juni keatas musim hujan dan sering banjir dikhawatirkan banyak pekerjaan pembangunan yang tidak siap jika terus di ulur - ulur waktu", pungkas Nasri, Selasa 26 Juni 2018 di Calang. 

Nasri melanjutkan, hingga saat ini belum terlihat adanya kegiatan pekerjaan yang didanai melalui anggaran Otsus dilapangan. 

Penguluran waktu dapat merugikan kabupaten/kota, karena ditakutkan tidak siap pekerjaan pembangunan sehingga terjadi pemutusan kontrak kerja. Kalau hal itu terjadi maka yang dirugikan adalah masyarakat.

Ia mencontohkan pembangunan jembatan Gampong Bintah Kecamatan Pasie Raya Aceh Kabupaten Aceh Jaya, lokasi pekerjaan yang rawan bencana dikarenakan bulan juni keatas sering hujan yang mengakibatkan meluapnya debet air sungai Krueng Teunom sehingga terjadinya banjir yang membuat tahapan dan proses pekerjaan pembangunan terhambat.

"Contoh jembatan Bintah tahun 2017, sering banjir sehingga terjadi pemutusan kontrak, sehingga terget pembangunan tidak tercapai. Saya takutkan hal serupa akan terjadi ditahun ini, kan kasian masyarakat disana sudah 72 tahun lebih Indonesia Merdeka dan 12 tahun perdamaian Aceh, mereka masih menggunakan transportasi rakit untuk penyebrangan, artinya masyarakat disana belum bisa nenikmati nikmat kemerdekaan dan perdamaian", papar Poen Che'k.

Poen Che'k berharap Pemerintah Aceh konsisten dan komitmen terhadap pembangunan kabupaten/kota khusunya Aceh Jaya yang merupakan salah satu kabupaten rawan bencana ( banjir ).[Ad]




Bagikan:
KOMENTAR