BIF FPI Bireuen: Jangan Lecehkan Ulama Di Media Sosial

Minggu, 08 Juli 2018 | 17.31 WIB

Bagikan:
Foto : Tuih Al Khair, Ketua BIF FPI Bireuen

DAILYACEH.COM,Bireuen | Menyangkut dengan tertangkapnya Gubernur Aceh oleh Tim KPK maka saya menghimbau kepada masyarakat Aceh khususnya bagi yang menggunakan channel media sosial (mensos) baik itu facebook, instagram, dan cannel lain-lainnya agar jangan menaikan postingan (status) yang dapat melecehkan ulama-ulama Aceh seperti yang dilakukan oleh pemilik akun facebook woe siat beberapa hari yang lalu. Demikian disampaikan oleh Tuih Al Khair, Ketua Badan Investigasi Front (BIF FPI Bireuen), minggu 8/7/2018.

Dan saya juga mengecam keras tindakan akun woe siat yang telah menghina Abu Tumin dengan cara menaikkan gambar Abu Tumin disaat kampanye Irwandi pada pemilu kemaren.

“Kami berjanji atas perintah Allah siap syahid membela ulama dan agama Allah,” tegasnya.

Jadi yang perlu harus kita ketahui bersama yang bahwa ulama tidak pernah mendukung satu-satu kadidat akan tetapi ulama mendukung semua kandidat yang ingin menjadi pemimpin Aceh kedepan, dengan syarat mau membawa Aceh kedepan kearah yang lebih baik dalam segala bidang aspek, dengan cara berpedoman pada al quran, hadist, qiyas dan ijma'ulama, itu yang ulama harapkan bahkan ulama selalu berdoa kepada Allah SWT agar melahirkan pemimpin pemimpin yg rahmatan lil'alamin,ungkap Tuih Al Khair.

Menurutnya ulama dan umara tidak boleh dipisahkan, begitu juga agama dengan politik, itu dua duanya tidak boleh dipisahkan, apabila umara dan ulama tidak bersatu maka kepemimpinan akan hancur lebur dan begitu juga apabila politik dipisahkan dengan agama maka politik itu akan menjadi fitnah besar bagi agama artinya agama akan dikalahkan oleh politik politik kotor dan jahat yg dimainkan politik oleh orang orang kafir,” Jelas alumni Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA)

Jadi disaat seseorang pemimpin melakukan kesalahan yang bisa merugikankan masyarakat, maka kita jangan mudah menyalahkan ulama ulama dengan alasan telah memilihnya pada waktu itu. “Apalagi waktu kampanye semua ulama hadir diatas panggung kandidat, sehingga akan terjadi pro kontra antara sesama islam dan perpecahan ummad. jadi itu yang harus kita hindari sekarang.

Maka saya berharap kepada masyarakat aceh agar semua tenang, biarlah pihak pihak KPK yang menyelesaikan apabila Gubernur Aceh dan beberapa penjabat lain terbukti korupsi, mari kita mendukung langkah kpk agar betul betul bisa menangkap dan membersihkan semua para pelaku pelaku korupsi yang ada diindonesia khususnya di Aceh dan juga mari kita berdoa memohon kepada Allah SWT agar semua pejabat di Aceh tidak melakukan korupsi sehingga marwah Aceh dan nama Aceh yang dikenal bersyariat islam tidak jatuh martabatnya dan supaya Aceh bisa menjadi contoh bagi provinsi dan negara negara lain,tegas Tuih Al Khair.(Ril) 
Bagikan:
KOMENTAR