Forkab : Akan Ada Aksi Yang Lebih Besar Untuk Irwandi

Selasa, 10 Juli 2018 | 22.12 WIB

Bagikan:
Foto : Polem Ahmad Yani Ketua DPP Forkab Aceh

DAILYACEH.COM,Banda Aceh | Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Anak Bangsa ( Forkab ) Aceh Polem Muda Ahmad Yani mengatakan, pekan depan akan ada aksi damai yang lebih besar dengan mengerahkan massa dalam jumlah yang lebih besar dari aksi damai sebelumnya. Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak KPK dan Pemerintah Pusat untuk segera membebaskan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, selasa 10/7/2018.

"Insya Allah akan ada aksi yang lebih besar minggu depan, dengan melibatkan beberapa ormas dan elemen masyarakat Aceh lainnya, cuma hari dan tanggalnya saja yang belum kita putuskan, mungkin akan kita putuskan dalam rapat pada hari Rabu ( malam ) 11 Jul 2018 ", kata Polem Muda.

Ditegaskan Polem, selama Gubernur Aceh Irwandi Yusuf belum dibebaskan pihaknya tidak akan berhenti melakukan aksi menuntut pembebasan Irwandi yang ditahan oleh KPK atas dugaan melakukan tindak pidana Korupsi. Karena menurut Polem apa yang disangkakan oleh KPK terhadap Irwandi tidaklah benar, bahkan Polem beberapa kali mengulangi, jika penangkapan Irwandi oleh KPK penuh drama dan terkesan ada unsur politis.

"Selama bapak Irwandi belum dibebaskan, kami tidak berhenti melakukan aksi menuntut pembebasan beliau, karena kami yakini apa yang dituduhkan KPK terhadap beliau tidaklah benar, bahkan kami menyimpulkan Irwandi dijebak oleh unsur politis", sebut Polem.

Aksi untuk memberikan dukungan moral terhadap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf akan terus berlanjut, tidak  tertutup kemungkinan aksi tersebut juga akan dilakukan di Jakarta. Alasan Polem kenapa aksi terus dilakukan karena penangkapan, penetapan, dan terhadap Irwandi oleh KPK terkesan tergesa - gesa dan dipaksakan serta terdapat beberapa kejanggalan.

Ia mencontohkan, KPK menyebutkan Irwandi di OTT, padahal Irwandi dijemput ke pendopo dan pada saat itu tidak ada satupun barang bukti yang melekat pada Irwandi, karena saat dijemput sang gubernur sedang beristirihat bukan sedang bertransaksi. Yang kedua kata Polem, perlakuan KPK terhadap Irwandi saat dibawa ke Bandara SIM dengan menggunakan Mobil Baja Bara Kuda mengesankan se akan - akan Gubernur Aceh seorang pelaku makar atau gembong teroris yang sangat berbahaya.

"Padahal saat itu bapak Irwandi belum ditetapkan sebagai tersangka mengapa beliau diperlakukan demikian. Sungguh KPK tidak berprikemanusiaan dalam memperlakukan bapak Irwandi, perlakuan KPK sama dengan perlakuan aparat saat konfliks dulu, KPK jangan paksakan kami mengingat memori konfliks". Tutur mantan pentolan Gerakan Aceh Merdeka ( GAM ) Aceh Barat Daya.[]
Bagikan:
KOMENTAR