FORKAB : Interpelasi Mengarah Ke Pembunuhan Karakter Irwandi

Selasa, 03 Juli 2018 | 21.42 WIB

Bagikan:
Foto : Polem Muda Ahmad Yani ketua Forkab Aceh

DAILYACEH.COM,Banda Aceh | Ketua Forum Komunikasi Anak Bangsa ( Forkab ) Aceh Polem Muda Ahmad Yani menilai hak interpelasi yang dijalankan DPRA tidak lebih sebagai pembunuhan karakteristik terhadap Irwandi Yusuf ( Gubernur ), karena dalam perjalanan sidang hak interpelasi ia menyimak hanya Irwandi saja yang diserang dan dibola - bola sementara pihak lain tidak disoal apapun oleh DPRA, padahal yang disebut Pemerintahan Aceh tidak hanya Irwandi seorang.

Dikatakan Polem, interpelasi memang hak De­wan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), namun  hendaknya sesuai dengan koridor tanpa melenceng ke hal-hal yang bersifat pribadi di luar konteks pemerintahan. Para wakil rakyat yang ada di DPRA tentu sangat memahami hal itu. Anehnya dalam interpelasi yang dijalankan saat ini menurut pengamatan Polem hanya anggota - anggota DPRA dari parpol tertentu saja yang sangat bernafsu dalam irterpelasi itu, sementara para wakil rakyat dari parpol lainnya terlihat tidak begitu berhasrat.

"Interpelasi memang hak DPR, tapi kita melihat ini sudah diluar koridor, jangan karena dendam politik kita terus bersinggungan, harusnya kita terus bersinergi untuk mencapai target pembangunan Aceh yakni mensejahterakan rakyat", kata Polem di Banda Aceh,selasa 3/7/2018.

Penggunaan hak interpelasi sempat muncul melalui sidang paripurna khusus DPRA yang dihadiri 41 anggota dewan dari total 81 orang. Penggunaan hak interpelasi terhadap Gubernur Aceh telah ditandangani sebanyak 46 anggota DPRA dari lintas partai, termasuk Ketua DPRA Muharuddin dan Wakil Ketua Teuku Irwan Djohan.

Menurut Polem , sejauh ini Forkab belum melihat adanya hal-hal yang melenceng yang dilakukan oleh Pemerintahan Aceh ( Gubernur ). Jika penggunaan hak interpelasi dijalankan untuk menjatuhkan martabat seorang gubernur hanya karena masalah pribadi, maka Forkab sangat mensesalkan karena di luar kewena­ngan DPRA.

Selain itu Polem menegaskan, Forkab dalam hal ini memposisikan diri mendukung Pamerintahan yang sah selama pemerintah tidak melenceng dari peraturan dan perundang - undangan yang berlaku serta tidak melanggar dan mengkhianati penegakan syariat Islam.

“Forkab tetap mendukung pemerintah yang sah, karena Forkab salah satu Ormas yang mendukung pencalonan Irwandi - Nova, selama pemerintahan Irwandi - Nova tidak melakukan pelanggaran aturan dan penegakan syariat, maka Forkab tidak menarik akan diri dari posisi mendukung pemerintahan Irwandi - Nova”. Tegas Polem Muda ( Ns ).
Bagikan:
KOMENTAR