Abu Nagan Minta PT. EMM Hentikan Ekplorasi Tambang

Rabu, 12 September 2018 | 16.18 WIB

Bagikan:
Foto : Neldi Isnayanto, S. Sos 

DAILYACEH.COM,Nagan Raya | Terkait operasi Ekplorasi Tambang Emas di Kawasan Hutan Lindung Beutong dan Gayo oleh PT. EMM yang mengklaim hutang lindung sebagai area tambang emas seluas 10.000 Hektar harus diperjelas ke semua pihak.  

Menurut Neldi Isnayanto, S. Sos yang akrab disapa Abu Nagan, jumlah tersebut bukanlah sedikit apalagi sudah dianalisis oleh pihak WALHI Aceh yang disambut aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan masyarakat beberapa hari yang lalu di Kecamatan Beutong Ateuh.

Abu Nagan meminta agar PT. EMM segera menghentikan operasi sebelum duduk bersama membahas dampak lingkungan terhadap operasi tambang emas di kawasan hutan Nagan Raya. 

"Kita duduk dulu dan bahas terkait dampak yang ditimbulkan agar tidak merugikan kami sebagai warga Nagan Raya, ini adalah persoalan serius dan itu bukan operasi tambang biasa dengan jumlah calim lahan 10.000 Hektar" pungkas Abu Nagan.

Abu Nagan berharap persoalan ini jangan di anggap sepele oleh sepihak yang memiliki kepentingan untuk tambang emas di Beutong Ateuh. Dan Abu Nagan mengakui PT. EMM memiliki haknya sebagai perusahaan untuk mengambil hasil alam di seluruh pelosok tanar air NKRI, namun lebih bagus paparkan secara terbuka kepada semua pihak terkait dokumen-dokumen perizinan kepada Publik terutama termasuk kepada kelompoknya itu.

"Memang kita tidak punya hak melarang kepada perusahaan mana saja untuk lakukan operasi termasuk PT. EMM, namun yang lebih penting dulu adalah kita mengetahui dokumen-dokumen perizinan yang sesuai dengan aturan yang ada, karena kita juga memiliki kepentingan terhadap perusahaan yang masuk yaitu kepentingan kita adalah sudahkah perusahaan itu beroperasi sesuai aturan yang ada ?" Harap serius Abu Nagan.

Abu Nagan mengatakan kepentingan rakyat Aceh dan khususnya Nagan Raya lebih penting dari sekelompok pengusaha yang lain, karena menurutnya ini terutama persolaan lingkungan yang beresiko dimasa yang akan datang.

"Kalau memang nantinya kita tidak menguntungkan, apalagi kita sudah beresiko jauh kedepan, berarti ada aturan yang ditabrak oleh PT. EMM, tentu kita semua tidak akan membiarkannya dan jelas kita akan berkumpul dan pertanyakan hal ini" jelas Abu Nagan.

Menurut Abu Nagan, PT. EMM masih punya waktu yang cukup untuk duduk bersama dalam persoalan ini, sehingga PT. EMM akan beroperasi sesuai dengan aturan dan mekanisme yang ada "mereka (PT. EMM) masih punya waktu dengan kita untuk paparkan kepada kita terkait dengan aturan-aturan yang belum kami mengerti, sehingha mereka bisa beroperasi dengan baik dan aman," tutup Abu Nagan.[]
Bagikan:
KOMENTAR