Camat Indra Jaya: Pengrusakan Alat Berat Ini Akibat Perusahaan Tidak Patuh

Sabtu, 15 September 2018 | 16.59 WIB

Bagikan:
Foto : Alat berat yang dirusak warga di lokasi galian c di Desa Kareung Ateuh (15/9)
DAILYACEH.COM,Calang | Peristiwa pengrusakan alat berat berupa Exsapator dan tiga unit mobil interkuler milik PT Wiratako yang dilakukan oleh Massa dari Desa Kareueng Ateuh, Kecamatan Indra Jaya, itu murni kesalahan dari pihak perusahaan pengambil sirtu pada lokasi galian C di Desa Kareung Ateuh yang mana belum usainya tapal batas desa yang disengketakan warga. 
Sebelumnya pada saat ratusan warga melakukan unjuk rasa di kantor Camat telah mendapatkan sebuah kesepakatan bahwa pihak perusahaan tidak boleh mengambil material di galian C sebelum selesainya tapal batas desa. 
Dan saat itu pula pihak perusahaan dengan warga Desa Kareung Ateuh juga telah menyepakati bahwa semua alat berat yang berada di lokasi untuk menghentikan aktivitasnya dan keluar dari lokasi sebelum tapal batas desa antara Desa Kareung Ateuh dan Meudang Ghoen selesai.
" Maka atas peristiwa ini saya lepas tanggung jawab karena pihak perusahaan tidak mengindahkan kesepakatan yang telah disepakati bersama", kata Nawawi Camat Indra Jaya ke media ini, Sabtu 15/9/2018.
Dijelaskan, seperti yang ia ketahui bahwa pada saat unjuk rasa warga pada jum'at ( 7/9) telah disepakati alat berat di galian c tidak ada aktivitas dan semua barang telah keluar dari lokasi. Namun yang terjadi hari ini pihak perusahaan kembali beraktivitas tanpa ada pemberitahuan kepada dirinya dan pihak muspika lainnya. 
" Saya lepas tangan karena ini bukan mengenai tapal batas desa yang disengketakan tapi karena aktivitas galian C yang tidak di indahkan dari pihak perusahaan," ungkap Camat Indra Jaya lagi. 
Sedangkan Said Ibrahim (39) Geutjhik Kareueng Ateuh saat  dihubungi media ini membenarkan adanya kejadian pengrusakan alat berat di lokasi galian c yang dilakukan oleh warganya.
Dijelaskan, awalnya pihak kami ( masyarakat) Desa Kareung Ateuh tidak ada niat untuk merusak alat berat tersebut namun jika tapal batas ini belum selesai,pihaknya melarang ada aktifitas galian c," katanya.
Selanjutnya ketika masyarakat Desa Kareung Ateuh melihat beberapa mobil memasuki lokasi galian c, tanpa ada perintah atau komanda, masyarakat yang satu per satu mendatangi lokasi untuk menghentikan aktifitas.
“Jumlah masyarakat diperkirakan mencapai ratusan, karena sudah emosi masyarakat langsung mengrusak alat berat dan tiga mobil truck milik PT Wirataco dilokasi galian c ,” ungkapnya.
Dan saat ini semua warga telah pulang kerumah masing-masing guna melakukan aktivitasnya serta lokasi dan semua alat berat yang dirusak warga sudah ditangani pihak Polres Aceh Jaya guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.[]
Bagikan:
KOMENTAR