Di HUT DPD, Haji Uma Sampaikan Harapan Dan Belasungkawa Untuk Warga Sulteng

Minggu, 30 September 2018 | 21.18 WIB

Bagikan:
Foto : H. Sudirman anggota DPD RI  asal Aceh

DAILYACEH.COM,Jakarta| Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia terbentuk melalui perubahan ketiga Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) pada bulan November 2001. Terbentuknya DPD RI adalah tuntutan demokrasi guna memenuhi keadilan masyarakat di daerah, memperluas serta meningkatkan semangat dan kapasitas partisipasi daerah dalam kehidupan nasional.

Terhitung sejak 1 Oktober 2004, DPD RI lahir dengan dilantiknya 128 anggota DPD terpilih untuk pertama kalinya dilantik dan diambil sumpahnya. Kini, DPD RI telah memasuki usia ke 14 tahun dan di usianya ini kehadiran DPD RI dengan fungsi dan perannya semakin dirasakan oleh masyarakat dan daerah. Hal ini juga seiring dengan semakin menguatnya kewenangan DPD RI dibidang legislasi paska keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia tahun 2015.

Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman alias Haji Uma dalam salah satu rangkaian kegiatan peringatan ulang tahun DPD RI di Komplek Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (29/9/2018) mengatakan bahwa di usianya kini DPD RI semakin meningkat kewenangan dan perannya terhadap masyarakat dan daerah.

"DPD RI makin bekerja ekstra demi kepentingan daerah dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Sejak kelahirannya, DPD RI telah mengartikulasi dan memperjuangkan kepentingan daerah melalui 87 usulan RUU, 256 pandangan dan pendapat, 80 pertimbangan, 9 prolegnas serta 11 rekomendasi", ungkap Haji Uma disela acara HUT DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan.

Menurut Haji Uma, dengan revisi UU MD3 yang memberi kewenangan DPD RI untuk mengawasi peraturan derah (perda) juga telah menambah fungsi dan peran serta kontribusi DPD RI dalam kaitannya dengan kepentingan daerah. Hal ini juva turut diikuti dengan bertambahnya satu alat kelengkapan baru di DPD RI, yakni PULD (Panitia Urusan Legislasi Daerah).

"Dengan fungsi pengawasan terhadap peraturan daerah, maka kita berharap sinergisasi DPD RI dengan DPRD dan pemerintah daerah semakin kuat untuk kedepan", sambung Haji Uma.

Dalam kesempatan itu, senator yang populer disapa Haji Uma oleh masyarakat Aceh ini turut menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah gempa bumi dan tsunami Jumat 28/9/2018).
 yang menimpa Kota Palu dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah,

"Musibah ini adalah duka nasional. Duka yang dirasakan masyarakat Palu dan Donggala juga duka masyarakat Aceh yang dimasa dulu juga pernah merasakan musibah yang sama. Semoga masyarakat disana tabah dan kuat menghadapi cobaan ini", tutup Haji Uma.[]
Bagikan:
KOMENTAR