Diduga Penyakit Ngorok, Puluhan Kerbau Warga Nagan Raya Mati Mendadak

Senin, 24 September 2018 | 22.16 WIB

Bagikan:
Foto : kerbau mati (ilustrasi)

DAILYACEH.COM,Suka Makmue | Puluhan ekor kerbau milik warga di beberapa wilayah di Nagan Raya mati mendadak, Senin (24/9).

Kematian ternak tersebut seperti yang terjadi di Desa Gunong Pungki, ternak kerbau mati mendadak sebanyak 20 ekor, Desa Babah Rot 25 ekor dan Desa Gunong Geuleugo sebanyak 15 ekor.

Diduga ternak ini mati akibat serangan penyakit ngorok (Septicemia Epizootica) atau kerap yang disebut SE.

Ketua Pemuda Desa Gunong Pungki, Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya, Saiful Bahri kepada media ini mengatakan, sebaran ternak yang mati mendadak di wilayah ini sangat cepat.

"Serangannya tiba tiba saja, ternak sebelumnya jatuh, kejang-kejang lalu mati, tanpa bisa disembelih," katanya.

Dampak dari kerugian ini peternak di Tadu Raya mencapai ratusan juta. Warga berharap ada penanganan secepatnya untuk mengantisipasi angka kematian ternak yang lebih banyak.

Anggota DPRK Nagan Raya, Teuku Cutman yang mendapatkan laporan dari masyarakat mengatakan, pihaknya mendesak instansi terkait turun ke bawah ke kecamatan Tadu Raya, guna menanggulangi masalah tersebut agar tidak semakin meluas.

"Harus ada penindakan lebih lanjut, kalau tidak, petani yang akan rugi karena gerakan ini terus meluas," tegasnya.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nagan Raya, Teuku Kamaruddin SP MSi menjelaskan pihaknya akan turun ke lokasi guna memastikan adanya mati ternak secara massal di Tadu Raya.

"ternak petani yang mati secara tiba-tiba diduga disebabkan oleh penyakit ngorok atau SE,"terangnya.[]
Bagikan:
KOMENTAR