DPP Ikatan Media Online Gelar Musyawarah Nasional 1

Jumat, 28 September 2018 | 01.13 WIB

Bagikan:
Foto : DPP Ikatan Media Online Gelar Musyawarah Nasional 1(27/9)

DAILYACEH.COM,Jakarta | Ikatan Media Online Indonesia (IMO) gelar Musyawarah Nasional 1 yang diselenggarakan pada Kamis-Jumat, 27-28 September 2018, Musyawarah tersebut dihadiri oleh 28 Ketua DPW se Indonesia dan dibuka Kementerian Kominfo RI, kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Kamis (27/09/2018).

Dalam hal ini Abdul Sukur, ST selaku ketua dpw IMO NTB menjelaskan bahwa dirinya hadir sebagai undangan DPP IMO sejak hari rabu, pimpinan Online Lensa Pos NTB tersebut juga telah disahkan sebelumnya dengan Rapat Pemantapan Persiapan Munas 1 IMO.

Lanjutnya Abdul Sukur,  "pelaksanaan MUNAS 1 berjalan dengan lancar dan menghasilkan berbagai program yang berbobot untuk kemajuan organisasi online ini kedepan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendiri IMO, Rudi Sembiring Meliala menjelaskan, bahwa Munas 1 IMO ini antara lain mempertimbangkan kepengurusan dan program kerja IMO, termasuk mengatur kepengurusan baru yang devinitif, karena kepengurusan lama masih sifatnya penunjukan.

Rudi juga memastikan, ”Tidak kurang dari 30 DPW se Indonesia akan hadir di Munas IMO yang pertama. Sementara dari Kementerian Kominfo RI akan membuka secara resmi Munas yang mulai digelar hari ini, ”kata Rudi.

Senada dengan hal yang sama disampaikan, Ketua DPW Jawa Barat, Ikin Rokiin, MM, "ia sangat mendukung dengan adanya pemilihan pengurus baru, karena pengurus lama dirasakan tidak ada hubungan dengan DPW, harapan kedepan pengurus baru bisa bersinergi dengan pemerintah dan Dewan Pers.

Demikian juga disampaikan ketua DPW Riau, Anotona Nazara, SE mengungkapkan kepada wartawan di Grand Cempaka Hotel, menurutnya, menjadi pemimpin organisasi perusahaan media harus memiliki integritas yang baik, dan mampu memberi pengaruh positif kepada masyakat dan anggota yang bergabung didalamnya, karena tanpa integritas yang baik, kebebasan satu organisasi bisa berkembang dan berdampak.

"Karena seorang pemimpin media mampu memimpin jika pemimpin media tersebut memiliki latar belakang suatu jurnalis. Mustahil, jika kita menjadi pemimpin media tetapi tidak tahu fungsi dan peran media tersebut,"tutupnya Anotona.[]
Bagikan:
KOMENTAR