Gempa Bumi 7,7 SR, Tsunami Terjang Palu Dan Donggala

Jumat, 28 September 2018 | 23.53 WIB

Bagikan:
Foto : Tsunami terjang Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah

DAILYACEH.COM,Jakarta | Gempabumi dengan kekuatan magnitude 7,7 yang kemudian dimutakhirkan oleh BMKG menjadi magnitudo 7,4 telah mengguncang wilayah Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada 28/9/2018 sekira pukul 17.02 WIB dengan titik pusat pada 27 km Timur Laut hingga terjadi tsunami.

BMKG telah mengaktivasi peringatan dini tsunami dengan status Siaga (tinggi potensi tsunami 0,5 – 3 meter) di pantai Donggala bagian barat, dan status Waspada (tinggi potensi tsunami kurang dari 0,5 meter) di pantai Donggala bagian utara, Mamuju bagian utara dan Kota Palu bagian barat.

Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah.Sedangkan lokasi gempa berada di 18 Lintang Selatan (LS), 119,85 Buju5 Timur. Gempa berpotensi tsunami.

Sebelumnya, siang tadi, tepatnya pada pukul 14.00 WIB, Donggala diguncang gempa magnitudo 5,9 SR. Sumber gempa berasal dari sesar Palu Koro dan tidak berpotensi tsunami.

"Gempa dirasakan di wilayah Kabupaten Donggala, Kota Palu dan Parigi Moutong. Gempa dirasakan beberapa kali karena adanya gempa susulan," jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Nugroho.

Guncangan lindu dirasakan sangat keras terjadi di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala karena dekat dengan pusat gempa.

Warga yang panik karena rumah mereka roboh langsung berhamburan keluar. Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Donggala tercatat satu orang meninggal dunia, 10 orang luka-luka.

Berdasarkan informasi kepada BMKG, tsunami  terjadi menerjang pantai. Posko BNPB juga telah mengkonfirmasi ke BPBD bahwa tsunami telah menerjang pantai Talise di Kota Palu dan pantai di Donggala.

Laporan sementara, terdapat beberapa korban yang meninggal karena tertimpa bangunan roboh. Tsunami juga menerjang beberapa permukiman dan bangunan yang ada di pantai. Jumlah korban dan dampaknya masih dalam pendataan.

Petugas BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, dan relawan melakukan evakuasi dan pertolongan pada korban. Korban yang luka-luka ditangani oleh petugas kesehatan. Penanganan darurat terus dilakukan.[]
Bagikan:
KOMENTAR