Geutjhik Sofyan Daud Minta Camat Tegas Mengenai Tapal Batas Yang Disengketakan

Senin, 10 September 2018 | 20.51 WIB

Bagikan:
Foto : warga unjuk rasa di kantor Camat Indra Jaya, Aceh Jaya ( 7/9)

DAILYACEH.COM,Calang | Terkait tapal batas antara dua desa dalam Kecamatan Indra Jaya Kabupaten Aceh Jaya yang belum selesai sampai saat ini hingga menyebabkan unjuk rasa warga pada hari jum’at yang lalu (7/9 red) di kantor Camat setempat menyebabkan banyak pihak yang dirugikan diantaranya usaha galian C.

Seperti diketahui, Kedatangan para warga ke kantor Camat Indra Jaya untuk meminta Camat setempat segera menyelesaikan tapal batas yang belum ada penyelesaian antara dua desa yang sudah lama di sengketakan.

Sofyan Daud Geutjhik Meudang Ghon salah satu kepala desa ke media ini ( 10/9) mengatakan pihaknya mengharapkan Muspika atau Camat agar segera menyelesaikannya dengan merujuk pada profil desa supaya kedepan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan oleh kedua belah pihak baik Desa Meudang Ghon dan Kareung Ateuh karena dua desa ini masih mempunya tali kekeluargaan.

Menurutnya, untuk penyelesaian hal tersebut ia menginginkan dan mengharapkan agar bisa diselesaikan segera dengan bentuk musyawarah bersama antar dua belah pihak dan diharapkan tapal batas untuk disetujui merujuk pada profil desa yang sudah ada di dua desa karena jika bukan dilakukan dalam bentuk yang demikian, niscaya akan tidak ada penyelesaian di antara kedua belah pihak tersebut. 

“ Saya selaku keuchik meminta pada Pak Camat agar bisa segera diselesaikan batas desa yang disengketakan warga dengan merujuk ke profil desa yang sudah ada”, kata Sofyan Daud.

Sementara Kamaruddin pemilik usaha galian C yang saat ini sedang mengambil sirtu di lokasi galian c di Desa kareung Ateuh sangat dirugikan atas belum diselesaikannya batas desa di dua desa yang sedang disengketakan.

Dan dengan demikian, usaha kami dirugikan dan desapun sangat dirugikan karena dengan pengambilan batu kerikil tersebut ada pemasukkan yang masuk ke desa terutama ke pembangunan mesjid di dua desa sebesar 10 ribu rupiah per mobil.

“ Galian C kami ini resmi izinnya bukan ilegal,dan bila ilegal silahkan ditutup akan tetapi karena usaha kami ini resmi kenapa warga menutup usaha kami yang saat ini sedang dikerjakan,” ucap Kamaruddin.

Awalnya yang diketahui unjuk rasa warga dengan mendatangi kantor camat saat itu mengenai tapal batas di dua desa antara Desa Kareung Ateuh dan Meudang Ghon, namun kok sampai usaha galian c nya di tutup oleh warga dan apa penyebabnya hingga usaha harus dihentikan karena usaha ini resmi dan bukan ilegal.

Dijelaskan, Usaha galian C ini berbentuk izin perseorangan,tanah sendiri dan bukan milik desa baik Kareung Ateuh maupun Meudang Ghon karena dibuat izinnya perseorangan dengan luas 8 hektar serta ada tim yang turun kelokasi melihat usaha galian C sebelum usahanya dikeluarkan izin dari Provinsi.

“ Usaha galian C ini milik perseorangan,bekerja di tempat/tanah sendiri masyarakat dan bukan tanah desa sebagaimana yang diisukan oleh sejumlah oknum. Oleh karenanya, kami meminta kepada Camat dan pihak lainnya supaya bisa segera menyelesaikan batas desa di dua desa yang belum ada penyelesaiannya hingga saat ini, supaya usaha kami yang sedang di kerjakan bisa beraktivitas kembali,” cetus Kamaruddin.[]


Bagikan:
KOMENTAR