Keuchik Munir : Jembatan Rantoe Panyang Ibarat "Jembatan Abu Nawah"

Jumat, 14 September 2018 | 13.24 WIB

Bagikan:
Foto : jembatan yang terletak di desa Rantoe Panyang, Kecamatan Krueng Sabee,Aceh Jaya (14/9)

DAILYACEH.COM,Calang | Jembatan penghubung yang terletak di sungai Desa Rantoe Panyang Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya hingga tahun 2018 belum selesai dikerjakan oleh Pemerintah dan terlihat asal ada proyek. 

Kabarnya jembatan tersebut telah dibangun sejak tahun 2014 dengan penggunaan anggaran hingga miliaran rupiah namun sayang masyarakat di desa setempat belum bisa mempergunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat. 

Ali Munir Geutjhik Rantoe Panyang saat dihubungi media ini (jum'at 14/9) melalui sambungan seluler membenarkan jembatan permanen yang berada di desanya hingga saat ini belum selesai dikerjakan dan tak bisa dipergunakan oleh masyarakat. 

Menurutnya jembatan didesanya tersebut telah lama dikerjakan oleh pihak pemerintah namun sayang saat ini hanya yang terlihat cuma rangka jembatan saja dan itupun tidak selesai dikerjakan oleh pihak rekanan. 

" Saya tak tau pasti kenapa jembatan tersebut belum selesai dikerjakan oleh pemerintah", kata Ali Munir. 

Oleh karenanya, selaku kepala desa dan masyarakat Desa Rantoe Panyang meminta pada Pemerintah Aceh Jaya melalui dinas terkait agar jembatan yang berada di desanya supaya bisa segera diselesaikan pekerjaannya sehingga perekonomian masyarakat bisa lancar dan uang negarapun tidak sia-sia. 

" Kami selaku warga Rantoe Panyang meminta agar jembatan tersebut diselesaikan dengan segera," ungkap Geutjhik Ali Munir. 

lanjutnya, jika saat ini bagi warga Desa Ranto Panyang melihat dan meng umpamakan, jembatan tersebut ibarat jembatan "Abu Nawah" karena jembatan dibuat setengah-setengah. Dan lebih baik dibongkar saja jika tidak penyelesaian. 

" Jembatan nyoe lagai jembatan abu nawah( jembatan ini ibarat jembatan Abu Nawah, " ucap Geutjhik Ali Munir sambil bercanda. 

Dan disaat menanyakan berapa dana yang sudah dikucurkan untuk jembatan tersebut, Geutjhik Ali Munir menjelaskan saya tidak tau berapa jumlahnya karena bukan proyek desa tapi jembatan itu proyek yang bersumber anggaran dari pemerintah. 

" Lebih baik tanyakan saja ke pihak pemerintah atau dinas terkait berapa anggaran yang telah dicairkan dan kenapa jembatan tersebut belum selesai hingga saat ini, " cetus Geutjhik Ali Munir sambil menutup sambungan selulernya. []
Bagikan:
KOMENTAR