Menderita Perut Buncit, Ibu Azizah Dari Aceh Jaya Butuh Uluran Tangan

Minggu, 30 September 2018 | 10.49 WIB

Bagikan:

Foto : Nur Azizah warga Desa Ceuraceu, Kecamatan Pasie Raya 

DAILYACEH.COM,Calang|Nur Azizah istri dari M. Diah warga miskin dari Desa Ceurace Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya saat ini sangat memprihatinkan, dimana ia harus memikul penyakit yang dideritanya sejak dua bulan ini lantaran perutnya terus membuncit yang di duga mengalami penyakit lever yang sudah kronis.

Beliau merupakan salah satu dari 15 Keluarga Penerima Mamfaat Pogram Keluarga Harapan PKH di Desa tersebut dengan memikul 6 anggota keluarganya yang sedang sekolah dan ada yang belum sekolah.

Ia terpaksa tidur sambil makan karena tidak bisa bergerak lantaran badannya merintih kesakitan dan semakin memburuk. Dan menurut keterangan keluarganya saat ini tinggal dirumah bantuan yang dibangun Baitul Mal.

Halimah salah satu anaknya mengatakan, orang tuanya hanya seorang petani yang tidak menentu penghasilan hidupnya untuk menutupi kebutuhan hidup keluarganya belum lagi untuk biaya pengobatan sang ibu tercintanya terutama biaya Konsumsi keluarga sehari-hari.

" orang tua kami hanya petani biasa yang tidak mempunyai penghasilan tetap, kami tidak sanggup membiayai pengobatan ibu kami di rumah sakit yang bagus karena biaya makan, otomatis juga cukup besar, " kata Halimah ( sabtu 29/9/2018).

Selain itu, berdasarkan informasi yang didapatkan melalui Zuboyli (Pendamping PKH) mengatakan Nur Azizah sempat dua pekan lalu peserta PKH dengan nomor kepesertaan  111601116050222 pernah di rujuk dari Puskesmas Pasie Raya ke Rumah Sakit Umum Daerah Teuku Umar RSUDTU Aceh Jaya, diketahui saat pihaknya berkunjung ke rumah pasien.

Namun dikarenakan dana tidak ada untuk kebutuhan keluaganya di Rumah Sakit, mereka terpaksa membawa pulang ibu Nur kerumah walaupun penyakitnya belum sembuh dan hanya 2 malam saja menginap, ungkap Zuboyli.

Ia menjelaskan ibu Nur Azizah hanya dirawat 48 jam namun ketika takdir sedang menguji kehidupan keluarga mereka yang harus hidup dibawah garis serba kekurangan berbagai alasan ibunda sibungsu mereka Khairul Basyir yang masih berumur 3 tahun terpaksa di bawa pulang dengan sejuta kepasrahan namun tersisa satu harapan yang kokoh sang khaliq tak pernah tidur dan selalu berlaku adil terhadap hambanya pungkas cerita pak “diah” sapaan warga setempat sambil menundukkan kepalanya yang ikut membawa naluri kami larut dalam kepiluan yang sedang dideritanya.

" Bukan hanya saya sebagai Pekerja Sosial yang mendampingi mereka yang menaruh rasa iba dan prihatin, saya yakin setiap manusia yang melihat langsung kronologisnya pasti akan menaruh rasa yang betigu dalam terhadap ujian yang sedang menimpa keluarga mereka," ucap Zul lagi.

Harapan kita, siapapun pihak manapun mari kita ulurkan tangan untuk meringankan beban mereka yang sangat membutuhkan kepedulian kita donasi kita senyuman keluarga Nur Azizah seperti keluarga lainnya. Dan jika ingin mengetahui nasib mereka bisa menghubungi Pendamping Kec.Pasie Raya    : Zuboyli
Kontak persone: 085359693920
Korkab Aceh Jaya  : Darkasyi
Kontak persone: +6281360435133.

Sedangkan Ns Ernani Wijaya Kadis Kesehatan Aceh Jaya saat dihubungi mengatakan membenarkan pasien tersebut memang sudah pernah di kunjungi dan kita rujuk ke Rumah Sakit Teuku Umar untuk dilakukan pengobatan.

Dan juga berdasarkan keterangan yang didapatkan dari petugas puskesmas Pasie Raya, menjelaskan pasien sepulang dari Rumah Sakit Teuku Umar ( RSUD) sakit pasien tidak sembuh, kemudian pasien memutuskan untuk berobat ke tabib karena berpersepsi bahwa pasien mengalami penyakit ular lembu, berdasarkan keterangan tabib.

" pasien tidak mau berobat ke rumah sakit atau puskesmas dulu karena mau berobat pada tabib dikampung dan hal ini juga di ketahui oleh geuchik setempat, " jelas Ns Ernani.

Dan mengenai dana bantuan pendampingan pasien selama di Rumah Sakit telah memerintahkan petugas kesehatan di Desa untuk menyampaikan ke kepala Desa setempat untuk diusulkan ke pihak Baitul Mal agar bisa mendapatkan bantuan. Dan juga telah perintahkan petugas, sambilan pasien berobat secara kampung petugas kesehatan tetap melakukan pengobatan kunjungan ke rumah pasien untuk mengecek kesehatan ibu tersebut.

" Saya telah perintahkan sambilan pasien berobat secara kampung petugas tetap melakukan pengobatan kunjungan ke rumah pasien untuk mengecek kesehatan ibu tersebut," terang Ns Ernani Wijaya. []

Bagikan:
KOMENTAR