Polemik RS Graha Bunda, Pihak RS dan Eks Karyawan Gelar Mediasi Bipartit

Kamis, 27 September 2018 | 11.54 WIB

Bagikan:
Foto: Pihak RS dan Eks Karyawan Gelar Mediasi Bipartit

DAILYACEH.COM,Aceh Timur | Sejumlah karyawan yang dipecat oleh RS Graha Bunda,  diwakili Basri dan rekan - rekannya serta didampingi kuasa hukum Indra Kusmeran, SH, melakukan upaya penyelesaian secara Bipartit dengan pihak rumah sakit terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan pihak Rumah Sakit Graha Bunda beberapa waktu lalu.

"Dalam penyelesaian secara Bipartit, kita menuntut hak-hak karyawan yang  di PHK yang telah memberi kuasanya pada kita, seperti gaji sesuai dengan UMP, dan juga hak lainnya. pihak rumah sakit melalui kuasa hukumnya telah menerima permintaan yang kita ajukan yang akan dibicarakan dengan pihak rumah sakit, mereka minta waktu terkait permintaan yang kita sampaikan " jelas Indra kepada media, melalui rilisnya, Rabu (26 September 2018).

"Mereka di berhentikan karna menurut pihak rumah sakit tidak memiliki STR, dan ada kesalahan lain, Makanya mereka diberhentikan," jelas Indra selaku Ketua Yayasan advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Timur.

Indra juga menjelaskan, Penyelesaian secara Bipartit itu merupakan tahap awal dalam penyelesaian PHK " Bila secara Bipartit tidak ada titik temu, kita akan lakukan upaya secara Tripartit melalui dinas ketenagakerjaan," tegasnya.

"Kita sekarang hanya menunggu jawaban dari pihak rumah sakit terkait permintaan yang kita sampaikan dengan batas waktu maksimal 30 hari," tambahnya.

"Yara berharap, pihak rumah sakit serius dalam perkara ini, karena nasib mereka sangat ditentukan oleh pemangku kebijakan untuk terpenuhinyahak-hak buruh, dan kita juga mengharap agar pihak rumah sakit kooperatif untuk menyelesaikan masalah yang timbul atas pemecatan tersebut" pungkasnya.

Sementara itu, pihak RS Graha Bunda melalui  Kuasa Hukumnya, Misra Purnamawati SH, menyatakan bahwa pertemuan Bipartit tersebut merupakan upaya awal dalam penyelesaian masalah tersebut.

" Ya, upaya mediasi itu kan masih sebatas mendengar pendapat mereka maunya gimana, kemudian akan kami tindaklanjuti ke pihak terkait, nanti kita lihat perkembangannya. Sebenarnya ini kan belum perlu diberitakan ke media, tapi ya intinya begitulah," cetus Misra.[]
Bagikan:
KOMENTAR