Tokoh Simeulue Desak Pemerintah Percepat Pembangunan Peyebrangan Sibigo

Selasa, 25 September 2018 | 17.33 WIB

Bagikan:

Foto : Ir Iskandar Caleg DPRA dari Partai Golkar Asal Simeulue dari Dapil 10

DAILYACEH.COM,Sinabang | Terkait pembangunan penyebrangan pelabuhan Sibigo yang terletak di Desa Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue yang saat ini belum ada perkembangan, membuat berbagai pihak masyarakat dan tokoh mempertanyakan kelanjutannya, salah satu Ir Iskandar salah seorang tokoh di kepulauan simeulue yang sekaligus Ketua harian Partai Golongan karya dan Caleg DPRA Dapil 10 mempertanyakan hal tersebut.

Ir Iskandar kemedia ( selasa 25/9/2018) menyampaikan perihal tersebut, kita harus bersama-sama mendesak pembangunan pelabuhan yang menjadi urat nadi masyarakat Simeulue untuk berbagai kegiatan dan kebutuhan masyarakat dalam memperlancarkan perekonomian masyarakat.

“ Saya selaku masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten SIMEULUE dan Pemerintah Aceh serta Kementerian Perhubungan RI agar mempercepat pembangunan tersebut,” ungkap Iskandar.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di DPR RI, H Firmandez, ia akan mendorong pemerintah untuk segera mempercepat pembangunan pelabuhan penyebrangan Sibigo di Kecamatan Simuelue Barat.

Menurut politisi Golkar dari daerah pemilihan (Dapil) Aceh 2 ini, pembangunan pelabuhan penyebrangan Sibigo ini akan memperpendek jarak tempuh keluar masuknya barang dan berbagai komoditas dari daratan ke Pulau Simeuleu.

Pemerintah Kementerian Perhubugan diminta untuk segera membangun dermaga yang representatif dengan infrastruktur pendukung yang lengkap, sehingga keberadaan pelabuhan tersebut bisa menjadi infrastruktur pendukung pembangunan ekonomi daerah Simeulue.

H Firmandez melanjutkan, pembangunan pelabuhan penyebrangan Sibigo merupakan program yang sangat menyentuh masyarakat, karena itu perlu mendapat priortas dari pemerintah, agar terjadinya pertumbuhan ekonomi di kawasan pulau tersebut.

“Pemerintah harus menggenjot pembangunan infrastruktur, terutama yang bermanfaat untuk masyarakat luas. Pembangunan infrastruktur juga harus lebih merata ke seluruh pelosok daerah, terutama daerah terluar, terdepan, dan tertinggal yang dikenal sebagai daerah 3T,” jelas politisi Golkar yang pernah diangkat menjadi warga kehormatan daerah ate fulawan (Simeuleu) tersebut. []


Bagikan:
KOMENTAR