Tolak Kerjasama, PWOI Aceh Selatan Kritik DPRK

Minggu, 16 September 2018 | 18.37 WIB

Bagikan:
Foto : Asrulliadi Ketua PWOI Aceh Selatan

DAILYACEH.COM,Tapak Tuan | Ketua Perkumpulan Wartawan Online Indonesia PWOI Aceh Selatan mengkritik kebijakan DPRK Aceh Selatan yang menolak Penawaran kerjasama dengan berbagai media online dan hanya mengutamakan untuk media cetak.

Ketua PWO Kabupaten Aceh Selatan Asrulliadi Menilai bahwa hal tersebut terjadi akibat instansi terkait tidak memahami peran dan fungsi media online. Hal itu disampaikan Ketum PWO saat dimintai tanggapan oleh Wartawan, Jum’at 14/09/2018.

“Secara umum, kondisi tersebut dimaksud adalah belum difahaminya secara fungsi dan peran media online sebagai salah satu industri pers yang eksis saat ini,” ujarnya.

Seiring perkembangan technology saat ini, lanjut Asrul, tidak dapat dipungkiri seiring bahwa media online adalah salah satu media yang dapat menembus kecepatan prihal waktu dalam penyebaran beritanya. 

Adapun perubahan perilaku masyarakat dalam membaca berita saat ini, sangatlah menginginkan sesuatu yang update dan real time.

“Untuk itu, sangat disayangkan jika disaat seperti sekarang ini masih ada pemikiran yang keliru terhadap industri pers online, 

karenanya jika sesuatu yang sangat bermanfaat tersebut (kecepatan sebaran berita) dapat dikerja samakan dengan baik, tentunya akan membawa dampak yang positif bagi wilayah Kabupaten Aceh Selatan, termasuk pemangku kepentingan,” ungkap Asrul

Dan jika masih ada pihak-pihak yang menganggap kehadiran media Online ini di pandang sebelah mata, tentunya itu sangat keliru, karena saat ini Industri Pers Media Online setara dengan yang lainnya dalam hal pemberitaan maupun aturan perseroannya, " katanya.

Ironisnya, disaat penolakan kerjasama dengan media online yang dilakukan sekertariat DPRK kabupaten Aceh Selatan itu terjadi di saat Pemerintah tengah berupaya Berlari kencang mengikuti kemajuan Tekhnologi Informasi yang ada.

Kita sangat berharap ketua DPRK kabupaten Aceh Selatan jangan membedakan media online dan cetak dalam pemberian anggaran publikasi.

Kita berharap dalam pemberian anggaran publikasi untuk media sama jangan ada anak tiri dan anak kandung, terkait persoalan ini kita harapkan ketua DPRK Aceh Selatan dapat duduk dengan para media online untuk menyelesaikan persoalan yang ada, " ujarnya.[]
Bagikan:
KOMENTAR