AM - GBAB Tolak PT EMM Di Beutong Dan Meminta Segera Cabut Izin

Senin, 15 Oktober 2018 | 22.02 WIB

Bagikan:

Foto : AM - GBAB Tolak PT EMM Di Beutong yang berlangsung di kota Meulaboh (15/10)

DAILYACEH.COM,Meulaboh | Terkait kehadiran perusahaan tambang PT. Emas Mineral Murni (PT. EMM) di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Tengah, hari ini diberbagai tempat melakukan aksi dalam memberi dukungan kepada masyarakat di Beutong Ateuh Banggalang menuntut penutupan tambang emas.

Penolakan tersebut juga dilakukan oleh aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Aksi Mahasiswa untuk Generasi Beutong Ateuh Banggalang (AM – GBAB) melakukan unjuk rasa yang berlangsung di bundaran tugu pelor, Meulaboh, senin 15/10/2018.

Maskur ketua aksi AM-GBAB disela aksi ke media ini mengatakan kehadiran PT EMM di kawasan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya melihat banyaknya sarat masalah yang sangat berdampak terhadap kondisi sosial masyarakat di sekitar lokasi perencanaan penambangan PT. Emas Mineral Murni.

" Dalam hal ini masyarakat tahu betul akan hal itu sehingga masyarakat di sekitar perencanaan penambangan menolak dengan keras kehadiran PT. Emas Mineral Murni," kata Maskur.

Ia menjelaskan indikasi masyarakat menolak kegiatan penambangan yang akan dilakukan oleh PT. Emas Mineral Murni dinilai bisa mengancam sumber-sumber kehidupan masyarakat sekitar dengan mayoritas petani melalui dampak lingkungan yang akan ditimbulkan dari kegiatan penambangan tersebut.

Dan diperkirakan pihak PT EMM akan mengambil lahan dengan luas area penambangan 10.000 Ha dengan skema Penanaman Modal Asing (PMA) berdasarkan IUP Operasi Produksi yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk PT. Emas Mineral Murni (PT.EMM) Nomor: 66/1/IUP/PMA/2017 dan bakal diajukan panambahan/perluasan lokasi produksi sebesar 20.000 Ha.

Maskur menilai, dengan luas area penambangan dipastikan masyarakat Beutong Ateuh Banggalang akan kehilangan hak atas tanah untuk dikelola secara langsung dan bersama oleh masyarakat yang berdampak terhadap kondisi sosial dan perekonomian.

" dengan luas area penambangan yang dilakukan oleh PT EMM dipastikan masyarakat di daerah tersebut akan kehilangan hak memiliki tanah yang bisa dikelola secara langsung", terang Maskur.

Ia memberikan beberapa contoh lain, kehadiran perusahaan juga tidak menguntungkan bagi masyarakat dengan landasan berfikir bahwa perusahaan hanya memikirkan keuntungan sepihak tanpa melihat dampak yang akan ditimbulkan dalam kualitas hidup manusia.

Selain dari indikasi diatas, kami menilai masyarakat Beutong Ateuh Banggalang menolak dengan menjaga sakralitas wilayah mereka baik dari keyakinan religius dan adat budaya yang berlaku di sosial masyarakat Beutong Ateuh Banggalang itu sendiri seperti keberadaan makam para ulama, situs sejarah (Tugu Cut Nyak Dhien) karena mereka meyakini dengan kegiatan penambangan yang akan dilakukan bukan saja hilang hak atas tanah, bahkan mereka akan kehilangan tempat tinggal mereka.

Sehingga berdasarkan kondisi diatas kami yang tergabung dalam Aksi Mahasiswa untuk Generasi Beutong Ateuh Banggalang (AM – GBAB) atas nama masyarakat Beutong Ateuh Banggalang menyatakan sikap menolak perusahaan tambang PT. Emas Mineral Murni (PT. EMM) serta mendesak Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat untuk segera mencabut izin produksi PT. Emas Mineral Murni (PT. EMM) di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh, tutup Maskur.[]

Bagikan:
KOMENTAR