Pemkab Aceh Jaya Gelar Zikir Dan Doa Bersama Untuk Sulteng

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 21.05 WIB

Bagikan:
 
Foto : Pemkab Aceh Jaya Gelar Zikir Dan Doa Bersama Untuk Sulteng

DAILYACEH.COM,Calang|Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya beserta seluruh Jajarannya mengelar kegiatan doa dan Zikir bersama untuk korban gempa dan tsunami di palu, donggala dan sigi   yang berlangsung di pendopo Bupati setempat(13/10/2018).

Kegiatan zikir dan doa bersama  tersebut di pimpin langsung oleh Tgk M.Afdal dari Zikrullah Aceh dan tgk Kamaruddin dari Rateeb Seuribee Kabupaten Aceh Jaya.

Pada  kesempatan tersebut Bupati mengundang  forkopimda  dan seluruh para SKPK beserta istri, Camat Tokoh Ulama aba maupun abati dalam lingkup Kabupaten Aceh Jaya.

Kegiatan doa dan Zikir bersama ini diadakan dalam rangka meningkatkan amal ibadah serta menjalin kekompakan seluruh SKPK dalam melaksakan tugas Daerah yang menjadi tanggung jawab masing masing, sekaligus mendoakan masyarakat  di Provinsi Sulawesi Tengah  yang baru saja menghadapi musibah gempa dan tsunami.

“  zikir dan doa bersama ini menjadi tali pemersatu, tidak ada perbedaan satu sama lain,baik itu Asisten I dengan kepala dinas, kita sama saling membantu untuk kemajuan Daerah”. Ujar Irfan Tb.

Selain itu, kata T.Irfan Tb juga acara tersebut di lakukan untuk meningkatkan amal ibadah,  kesadaran Para SKPK dalam menjalankan tugas  yang berlandaskan syar’i, sekaligus mengikuti tarekat naqsyabandiyah yang nantinya akan di pandu oleh Abon Seumira Tgk H Abu Syamah. Ujarnya.

“ Alhamdulillah Hari ini kami akan mentarekatkan seluruh kepala SKPK dalam Kabupaten Aceh Jaya”. Tegasnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati  Aceh Jaya juga sengaja mengundang para istri dari seluruh SKPK untuk mengikuti acara tersebut.

“ saya turut mengundang para ibu-ibu dengan harapan adanya dukungan kepada suami yang menjabat sebagai Kepala SKPK dalam mejalankan tugas pemerintah,  ” Tutur Bupati Aceh Jaya.

Sementara, Abati Tgk. H. Muslim HK dalam tausyiahnya menyampaikan bahwa tarekat yang di laksanakan tersebut sebagai pakaian manusia untuk menjaga diri menjadi pribadi yang baik sehingga jauh dari perbuatan keji dan mungkar.

Ia juga menuturkan bahwa tarekat yang telah di amalkan harus di jalankan dengan baik serta istiqamah dalam menjalankan amal ma’ruf nahi mungkar sehingga amalan yang telah di lakukan tidak sia-sia. Tuturnya.()
Bagikan:
KOMENTAR