Di Aceh Jaya, Caleg Sosialisasi Di Pohon

Jumat, 09 November 2018 | 12.26 WIB

Bagikan:
Foto : Dokumentasi warga Aceh Jaya di depan Perumahan Pemda Aceh Jaya (Ist)

DAILYACEH.COM,Calang | Menjelang Pemilihan Legilatif tahun 2019, banyak para caleg baik tingkat DPR RI, DPRD tingkat I maupun DPRD tingat II sudah mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat baik dengan tatap muka, pembagian kartu nama, pemasangan baliho/spanduk atau bentuk lainnya.

Namun sayang,ada Caleg maupun para tim sukses yang tidak mengerti terhadap peraturan kampanye yang benar, yang dibolehkan maupun yang tidak diperbolehkan untuk melakukan sosialisasi kepada para pemilih.

Dan berdasarkan dari penelusuran di sejumlah kawasan Aceh Jaya, masih saja terdapat para caleg dan tim sukses yang tidak mengerti terhadap mensosialiasi ke para pemilih dan masih saja mengkampanyekan pada tempat-tempat dan daerah yang dilarang untuk menempel dan mensosialiasi para kandidat untuk diketahui oleh para pemilih.

Dalam salinan Peraturan Komisi Pemilihan Umum nomor 23 tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan umum pada pasal 30 ayat 2 huruf e dilarang ditempel di tempat umum jelas disebutkan tentang larangan berkampanye diantaranya sebagai berikut :
a. tempat ibadah termasuk halaman;
b. rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan;
c. gedung atau fasilitas milik pemerintah;
d. lembaga pendidikan (gedung dan sekolah);
e. jalan-jalan protokol;
f. jalan bebas hambatan;
g. sarana dan prasarana publik; dan/atau
h. taman dan pepohonan.

Akan tetapi pada kenyataannya di sejumlah kawasan Aceh Jaya bahkan masih banyak terdapat para foto Caleg yang di tempel pada tempat-tempat yang jelas dilarang untuk berkampanye.

Bahkan, melihat banyaknya foto caleg yang ditempelkan pada pohon di pinggiran jalan nasional Banda Aceh-Meulaboh, warga sempat mendokumentasinya hingga diviralkan melalui medsos baik media Facebook, Whatsaap maupun jejaring sosial lainnya.

Sementara Nurhayati komisioner Panwaslih Aceh Jaya di dalam salah satu grup whatsaap mengatakan saat ini Panwaslih Aceh Jaya baru saja selesai melakukan pendataan Alat Peraga Kampanye (APK), Selanjutnya pihaknya juga akan mengundang parpol untuk menyampaikan APK yg tidak sesuai dgn ketentuan atau titik lokasi yang telah ditentukan oleh KIP.

Dan ia menjelaskan, apabila partai atau caleg tersebut juga tidak mengindahkan maka sesuai dengan Perbawaslu nomor 28 thn 2018 tentang pengawasan kampanye pemilihan umum pasal 29 akan melakukan tindakan dan sangsi kepada para caleg dan parpol yang bersangkutan, ungkap Nurhayati. []
Bagikan:
KOMENTAR