Marnala : Caleg Sombong Jangan Dipilih

Sabtu, 10 November 2018 | 15.00 WIB

Bagikan:
Foto : Marnala Manurung Ketua Umum FWO Indonesia

DAILYACEH.COM,Jakarta | Caleg  ( calon legislatif ) yang tidak memiliki martabat jangan dipilih karena dia tidak layak menjadi panutan wakili rakyat, apalagi caleg tersebut telah menduduki anggota dewan sebelumnya.

Caleg seperti itu sudah jelas tujuan untuk maju kembali sebagai anggota dewan adalah  untuk kepentingan dan keuntungan dirinya bukan lagi sebagai kepanjangan tangan rakyat .

Demikian disampaikan Ketua Umum Forum Wartawan Online Indonesia di Jakarta, Sabtu ( 10/10/2018) menanggapi  pengusiran wartawan yang terjadi  di warung kopi,Banda Aceh.

Dikatakan,anggota dewan itu harusnya bisa menjadi figur panutan rakyat. Dia harus bisa melayani rakyat bukan untuk dilayani rakyat. Mindset-nya nya harus jelas dan tahu.

Jika pola pikirnya sudah salah maka diduga orangnya pun bermasalah. Jadi tolak anggota dewan yang ingin maju kembalu tetapi memiliki watak yang tidak bisa menghargai orang lain, begitu juga dengan caleg lainya.

"Jangan pilih caleg yang memiliki  mental tidak manusiawi. Selain dia memiliki watak sombong dia juga tidak pantas disebut dewan terhormat.  Misinya sebagai caleg terselubung , dia berpotensi hanya untuk  kepentingan pribadinya," tegas Ketua Umum FWO Indonesia.

Sebagaimana diberitakan di media,  tim anggota DPR RI dari Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya,  telah mengusir wartawan RH dari warkop 88 Lamdingin, Banda Aceh,  Jumat 9 November 2018 sedang wartawan itu datang ke itu untuk menjumpai rekannya.

Tindakan  pengusiran wartawan yang dilakukan tim Teuku Riefky Harsya, kata Marnala, tidak manusiawi dan arogan apalagi pertemuan itu dilakukan di tempat umum yang notabene siapa saja bisa datang ke tempat itu.

Menurut Marnala, meskipun yang mengusir wartawan itu bukan Teuku Riefky secara langsung tapi dia tetap harus bertanggung jawab atas tindakan prilaku anggota tim-nya.

" Namanya saja di warung kopi jadi  siapa saja bisa datang kesana karena tempat itu bukan tempat privacy. Masa anggota dewan gak paham sih?
Seharusnya kalo tidak mau terusik pertemuannya buatlah di tempat yang sesuai peruntukkannya bukan di  warung kopi.

Jadi, meskipun tempat tersebut sudah di booking, hal itu bukan berarti berlaku untuk kepentingan dirinya saja. Disini ada hak konsumen yang perlu diperhatikan dan dihargai," tegas Marnala geram.()
Bagikan:
KOMENTAR