Pasie Raya Sapi Peras Aceh Jaya

Senin, 12 November 2018 | 00.16 WIB

Bagikan:
Foto : Warga kesal akan jalan menuju ke desa terpencil kecamatan Pasie Raya(11/11)

DAILYACEH.COM,Calang | Sapi punya susu lembu punya nama, pribahasa tersebut sepertinya pantas dilekatkan kepada kecamatan Pasie Raya Kabupaten Aceh Jaya. Hal tersebut dikatakan Pemuda Pasie Raya Nasri Saputra kepada awak media Minggu 11/11/2018.

Ianya melontarkan pernyataan tersebut sebagai bentuk kekesalan dan kekecewaan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya yang se akan - akan tidak mau peduli terhadap kondisi Jalan Teunom - Sarah Raya yang begitu memprihatinkan.

Kondisi jalan kabupaten tersebut mulai Gampong Padang Kleng Kecamatan Teunom sampai Gampong Alue Jang Kecamatan Pasie Raya keadaanya saat ini cukup parah, disamping jalan penuh lobang mulai Gampong Blang Baro sampai Tuwi Perya plus penuh lumpur mulai Tuwi Perya sampai Gampong Alue Punti.

Kondisi seperti itu sangat mengancam keselamatan pengguna jalan itu sendiri, apalagi jalan tersebut setiap harinya dilalui truck - truck besar milik beberapa perusahaan yang bermuatan berat, yang mengangkut material galian C guna pemenuhan kebutuhan material pembangunan di Aceh Jaya. Tidak hanya di Aceh Jaya saja bahkan material galian c tersebut ada yang di angkut ke Aceh Barat dan Nagan Raya.

Maka tidak tertutup kemungkinan serta dikhawatirkan akan seringnya terjadi laka lantas, dikarenakan mobil dengan bermutan berat saat membawa angkutan material pastinya menghindari lobang - lobang tersebut, dan disaat berpas - passan para pengguna jalan dengan kenderaan bermotor pun melakukan hal yang sama.

"Kondisi seperti ini sangat meresahkan kami sebagai pengguna yang setiap harinya melalui jalan itu, karena dapat mengancam keselamatan jiwa tapi pemerintah se akan tidak mau peduli akan kondisi tersebut. Saya tidak melihat adanya program perawatan di tahun ini, sungguh daerah kami hanya bagai sapi peras saja", cetus pria akrap disapa Poen Che'k dengan mimit wajah penuh kesal.

Ironisnya, sebagai daerah penyumbang Support Incam Pajak Asli Daerah ( PAD ) Aceh Jaya dan daerah penyuplai material untuk pemenuhan kebutuhan pembangunan diseluruh wilayah Aceh Jaya dan sekitarannya diabaikan begitu saja. Kekecawan Nasri bertambah saat setelah mendengar jawaban dari Kabid Bina Marga Dinas PUPR Aceh Jaya H. Heri Etika, ST beberapa waktu yang lalu, yang mengatakan ditahun 2018 tidak teranggarkannya dana untuk perawatan jalan tersebut.

Menurut keterangan dari Kabid Bina Marga yang dikutip Nasri, sebenarnya anggaran untuk perawatan jalan tersebut pernah diajukan pihaknya, namun Heri mengaku tidak mengetahui penyabab pasti kenapa anggaran tersebut tidak disahkan.

Karena ketersedian anggaran tidak ada, Nasri meminta Pemkab untuk berkoordinasi dengan perusahaan - perusahaan yang beroperasi di daerah itu, guna mencurahkan sedikit perhatian terhadap kondisi tersebut.

"Hal itu bisa dilakukan Pemkab bersama perusahaan bagaimana cara untuk penanggulangan keadaan ini, apalagi di Dinas PUPR kan ada alat berat yang bisa dikerahkan, pihak perusahaan hendaknya bisa menyumbangkan sedikit material untuk menutupi lobang dan lumpur, karena ini bagian dari tanggung jawab moral secara bersama", pinta Nasri

Nasri menjelaskan saat ini material galian C dari Krueng Teunom yang dinilai memiliki kualitas yang bagus, dan membawa Aceh Jaya sebagai daerah penghasil galian C kualitas terbaik, dan galian C tersebut dihasilkan dari kawasan daerah Kecamatan Pasie Raya. Maka tidak salah jika masyarakat Pasie Raya mengharap sedikit iba dan keprihatinan yang serius dari pemerintah.

"Jangan kami seperti dalam pribahasa sapi punya susu, lembu punya nama, sapinya kurus pemiliknya kaya, sudah diperas yang sudah, tapi janganlah dibuat perih", tutup Nasri.[]
Bagikan:
KOMENTAR