Tabrak Babi, Pengendara Masuk Rumah Sakit, Babi Tewas Di tempat

Jumat, 16 November 2018 | 20.16 WIB

Bagikan:
Foto : kenderaan korban bersama babi tewas di tempat

DAILYACEH.COM,Calang | Cut Asmajuwita (34) warga Desa Gampa Kecamatan Johan Pahlawan,Aceh Barat mengalami kecelakaan setelah menabrak babi di jalan lintas Banda Aceh-Meulaboh Desa Mon Mata Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya sekira pukul 16.30 wib jum'at sore 16/11/2018.

Teuku Ediwanda (36) abang kandung korban ke media ini saat di RSUD Teuku Umar mengatakan saat itu adiknya berangkat dari Meulaboh hendak menuju ke Aceh Jaya dengan tujuan mengunjungi orang tua, namun setiba di Desa Mon Mata, babi dengan kecepatan tinggi yang hendak menyebrang jalan menabrak kenderaan korban dengan merek honda bernomor polisi BL 6390 EAE yang di kenderainya bersama anak korban yang bernama Najwa (4) hingga berjatuhan dan menyebabkan korban jatuh dan babi tewas di tempat.

" korban melaju dari meulaboh hendak mengunjungi orang tua di Aceh Jaya bersama anaknya dan terpental di jalan setelah motornya di tabarak babi" kata T. Ediwanda.

Menurutnya berdasarkan informasi yang diterima, setelah melihat korban bersama anaknya terpental dijalan, warga setempat langsung membawa korban ke Rumah Sakit Umum Teuku Umar, Calang untuk melakukan pengecekan kondisi korban karena ditakutkan ada terjadi apa-apa yang tidak di inginkan.

" Alhamdulillah, korban untuk saat ini dalam kondisi sadar namun ada sedikit lecet akibat terjatuh setelah ditabrak babi," ungkapnya.

Atas kejadian ini, Ia juga berharap pada pihak Pemerintah Aceh Jaya sudah semestinya membuat langkah strategis untuk membasmi babi yang mana kerap kali jatuh korban lantaran tertabrak babi baik disiang hari maupun saat berjalan di malam hari.

Dan selain itu ia juga menyampaikan harapan ini bukan hanya untuk penanganan babi semata akan tetapi selaku masyarakat meminta juga penanganan hewan ternak seperti sapi dan kerbau yang banyak berada di jalan agar bisa dilakukan penindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku terutama di jalan besar.

" kami meminta pada Pemerintah melalui dinas terkait agar bisa penindakan terutama hewan ternak yang berkeliaran di jalan lintas Banda Aceh-Meulaboh, " harap T. Ediwanda.[]
Bagikan:
KOMENTAR