Tim Teuku Riefky Harsya Usir Pengurus YARA Dari Warkop

Jumat, 09 November 2018 | 22.15 WIB

Bagikan:

DAILYACEH.COM,Banda Aceh | Tim Anggota DPR RI dari Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, mengusir salah satu petinggi Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Sekretaris dan Direktur Hukum dan HAM serta beberapa Pengurus YARA Pusat lainnya, saat sedang minum kopi di warkop 88 Lamdingin Banda Aceh, Jumat 9 November 2018.

Pengusiran terhadap Sekjen YARA dan temannya itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, karena rombongan Partai Demokrat akan menggunakan fasilitas yang dianggap telah disewa oleh partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Saat itu, Sekjend YARA Fakhrurrazi dan beberapa pengurus sedang mendampingi warga Lhokseumawe yang sedang konsultasi hukum. Tiba-tiba saja tim Teuku Riefky Harsya datang dan meminta karyawan warung dan menyuruh Fakhrurrazi bersama temannya angkat kaki dari meja yang telah disewa untuk acara mereka.

Saat ditanya oleh media ini mengapa hal itu bisa terjadi, Fakhrurrazi mengaku tidak mengerti dengan sikap tim Teuku Riefky Harsya. "Apa lagi kami duduk masih dalam keadaan sepi juga tidak ada petugas warung yang memberitahukan tempat tersebut akan ada acara, " jelasnya.

Arogansi yang diperlihatkan oleh Tim Anggota DPR RI tersebut, apalagi penggunaan warung tersebut salah satu acaranya penyampaian visi dan misi para Caleg DPRK Partai Demokrat Dapil Kuta Alam kepada masyarakat.

Sebelum para Pengurus YARA beranjak pergi, ada salah satu anggota Tim meminta maaf kepada Pengurus YARA dan mengatakan bahwa ada kesalahpahaman.

Sementara Rudi salah seorang pimpinan media, yang saat itu baru datang ingin bertemu dengan teman-temannya, juga mengaku sangat kecewa dengan tindakan tim Teuku Riefky Harsya yang bertindak semena-mena.

"Ini kan warkop, tempat umum, kita minum kopi. Kita duduk disitu kan bukan mau meliput berita," ujar Rudi kecewa.

Walaupun tempat tersebut sudah disewa sepenuhnya, tapi tidak ada hak Teuku Riefky Harsya maupun timnya mengusir orang yang berada di lokasi itu. "Ini kan arogan namanya? apa juga katanya nasionalis religius, tapi perbuatan seperti itu. Kami sangat kecewa dengan Teuku Riefky Harsya karena punya tim arogan seperti itu," terang Rudi.

Kejadian tersebut menurut Rudi tampak aneh tapi nyata. "Mengadakan acara di tempat umum, tapi takut diliput wartawan," tambahnya.

Selain itu, Dahlan, yang juga aktivis YARA, mengaku sangat kecewa karena sikap yang tidak bijak ditunjukkan tim Riefky. "Kita disini duudk bayar sendiri, bukan minta dibayar mereka. Kalau memang mereka mau tidak dilihat wartawan kan bisa cari tempat tertutup, bukan tempat umum seperti ini," tuturnya kecewa.

Meskipun sempat dilontarkan kata-kata bahwa acara tersebut tidak dibolehkan ada wartawan meliput, namun tampak salah satu wartawan media online berada di acara tersebut.

Bagikan:
KOMENTAR