Kenang Bencana Tsunami, Nelayan Aceh Jaya Dilarang Melaut

Senin, 24 Desember 2018 | 21.31 WIB

Bagikan:
Foto : Nelayan ( ist)

DAILYACEH.COM,Calang | Dalam rangka mengenang musibah gempa dan tsunami yang melanda 14 tahun lalu, dikhabarkan para nelayan di seluruh Aceh akan berhenti melaut termasuk di kawasan Lhok Calang Kabupaten Aceh Jaya.

Muhammad Yunan Panglima Laot Lhok Calang saat dikonfirmasi media ini (24/12) mengatakan berhentinya tidak melaut pada tanggal 26 Desember merupakan sudah menjadi aturan tertulis yang dikeluarkan oleh Lembaga Hukum Adat Laut Aceh atau Panglima Laot.

"Tanggal 26 Desember hari pantang untuk melaut, semua nelayan akan mengenang keluarga dan sahabat yang telah menjadi korban tsunami," kata Muhammad Yunan, Ketua Panglima Laot Lhok Calang.

Menurut yunan, Tsunami 26 Desember 2004 silam merupakan salah satu bencana yang dirasakan oleh masyarakat Aceh yang didalamnya termasuk masyarakat nelayan.

Dari 200 ribu lebih masyarakat Aceh yang menjadi korban, lebih 30 persennya adalah warga yang berprofesi sebagai nelayan. "Tsunami 2004 harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, khususnya penduduk pesisir laut, termasuk nelayan," ujarnya.

Menurutnya pelarangan melaut pada 26 Desember telah ditetapkan sejak setahun tsunami lewat musyawarah besar yang dilakukan Panglima Laot Aceh bersama seluruh Panglima Laot Lhok, Kabupaten dan Provinsi. Ketetapan itu kemudian disahkan menjadi bagian Hukum Adat Laut tentang hari pantang melaut Aceh.

Dalam Hukum Adat Laut di Aceh, selain tanggal 26 Desember, pelarangan melaut bagi nelayan juga dilaksanakan pada saban hari Jumat, Hari Khanduri Laot (3 hari), Hari Raya Idul Fitri (3 hari), Hari Raya Idul Adha (3 hari), Hari Kemerdekaan 17 Agustus (1 hari).

Dan jika ada kedapatan juga, pihaknya tidak segan-segan memberi sangsi kepada para nelayan yang telah mengabaikan ketepatan bersama untuk berhenti melakukan aktivitas pada tanggal 26 Desember karena hari itu merupakan hari yang sangat berduka bagi masyarakat Aceh termasuk masyarakat nelayan di Calang dan umumnya Aceh Jaya.

" bila tidak mematuhi himbauan larang melaut,maka kami akan memberi sangsi kepada nelayan sesuai kesepakatan bersama yang telah ditetapkan," cetus Muhammad Yunan.[]
Bagikan:
KOMENTAR