Makin Hari Das Krueng Teunom Semakin Mencekam

Jumat, 07 Desember 2018 | 10.14 WIB

Bagikan:

Foto : Das Krueng Teunom dengan rumah warga di Desa Alue Jang(7/12)

DAILYACEH.COM,Calang | Puluhan Warga yang tinggal di pinggiran Daerah Aliran Sungai(DAS) di Desa Alue Jang Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya kini mulai memprihatinkan dan mulai cemas terhadap pengikisan pinggiran sungai yang saban hari semakin dekat dengan perumahan warga.

Informasi yang diterima dari sejumlah warga Desa Alue Jang mengatakan, sebelumnya daerah aliran sungai di desa setempat sangat jauh dengan perumahan warga namun kini sungai tersebut mulai mendekati perumahan warga sehingga jika tidak ditanggulanginya dengan segera maka rumah yang ada akan dikikis dan jadi aliran sungai.

Zulkifli ( 58 ) salah satu masyarakat desa setempat ke media ini (7/12/2818) mengatakan rumahnya dan sejumlah rumah masyarakat lainnya dulu sangat jauh dengan sungai hingga puluhan meter jaraknya. Akan tetapi karena sering terjadi banjir besar dan pinggiran sungai yang bercampur dengan bebatuan semakin mudah terjadi abrasi.

Ia menyebutkan, abrasi ini terparah terjadi selama adanya perusahaan yang mengambil galian c yang yang tak jauh dari desanya sehingga mempercepat derasnya air di aliran sungai, apalagi jika terjadinya banjir besar di daerah tersebut.

" Rumah kami semakin dekat dengan pinggiran sungai dan ini bisa mengancam kami jika pihak terkait tidak memperdulikannya," Kata Zulkifli.

Oleh karenanya selaku korban pengikisan DAS dan mewakili masyarakat lainnya meminta perhatian Pemerintah dan dinas terkait baik tingkat Kabupaten maupun Provinsi agar bisa turun kelokasi untuk melihatnya dan menanggulanginya karena jika tidak segera dilakukan maka rumah warga yang kini berada di pinggiran sungai akan terbawa arus sungai Krueng Teunom.

Sementara Rusli Kepala Desa Alue Jang saat dikonfirmasi menyampaikan, pengikisan pinggiran sungai di desanya memang benar adanya dan saat ini sangat memprihatinkan dalam beberapa bulan ini dan semakin mendekati perumahan warga di desanya.

Ia menyebutkan, rumah warga yang terkena imbas tersebut ada 15 rumah yang kini terancam abrasi, hal ini terjadi setelah adanya jembatan penghubung yang dibangun di desanya.

Dan ia juga menuturkan permasalahan ini juga pernah disampaikan kepada camat dan bapak Bupati Aceh Jaya saat mengunjungi Desa Sarah Raya dalam beberapa waktu yang lalu tentang abrasi sungai yang menimpa perumahan warga untuk dilakukan penanganannya agar para warga bisa aman dari hal yang tidak di inginkan.

" Kami berharap pengikisan tersebut bisa segera ditanggulanginya,sebelum jatuh korban dari masyarakat," harap Rusli. []
Bagikan:
KOMENTAR