Musriadi : Aceh Belum Ramah Untuk Kaum Disabilitas

Senin, 03 Desember 2018 | 11.17 WIB

Bagikan:
Foto : Musriadi S.Pd.,M.Pd Ketua Aceh Institute Learning

DAILYACEH.COM,Banda Aceh | Hari Penyandang Cacat Internasional adalah peringatan internasional yang disponsori oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.Sejak tahun 1992 setiap tanggal 3 Desember diselenggarakan peringatan Hari Disabilitas Internasional

Momentum peringatan Hari Disabilitas Internasional atau ”The International Disabled’s Day” dipandang dapat menjadi sebuah momentum untuk memperjuangkan hak penyandang disabilitas sebagai warga negara yang setara dengan masyarakat lainnya. Senin (3/12/2018).

Hal ini, kata Ketua Aceh Institute Learning Musriadi, S.Pd.,M.Pd mengatakan, "terlihat dari fasilitas umum seperti halte, jembatan penyeberangan orang, hingga sejumlah roda transportasi massal yang belum ramah terhadap kaum disabilitas.

Padahal, kaum disabilitas kerap menggunakan fasilitas umum yang juga digunakan oleh masyarakat pada umumnya. Masih kurangnya perhatian dari pemerintah Aceh membuat kaum disabilitas kesulitan untuk mengakses fasilitas umum tersebut,"katanya.

"Tak hanya fasilitas dan transportasi, diskriminasi juga masih terlihat dari sedikitnya lapangan kerja yang dibuka bagi para penyandang disabilitas. Padahal Undang-Undang Tentang Penyandang Disabilitas telah mewajibkan bagi instansi pemerintah hingga swasta untuk menyediakan kuota bagi kaum difabel,"jelasnya Musriadi

Lanjutnya Musriadi, "Dengan memenuhi kuota itu mau tidak mau harus ada pelatihan disabilitas. Pemerintahan Aceh harus berkomitmen untuk membuat pusat-pusat pelatihan disabilitas untuk masuk lapangan kerja. kalau bisa di regulasi menjadi Qanun dari pemerintah Aceh yang implementasi seluruh Kab/Kota yang ada di Aceh,"Tutupnya.[]
Bagikan:
KOMENTAR