Mustaqim Abubakar: DPR ACEH Perlu Panggil Lembaga Setara Institute

Selasa, 11 Desember 2018 | 22.59 WIB

Bagikan:
Foto : Mustaqin Abu Bakar Sekretaris Lemkaspa

DAILYACEH.COM,Banda Aceh |Sekertaris Lembaga Kajian Strategis dan Pembangunan Aceh (Lemkaspa) meminta DPR Aceh untuk memanggil lembaga Setara Institute sehubungan dengan rilis indek kota toleran (IKT) tahun 2018, hal tersebut disampaikan pada media DailyAceh.com selasa (11/12/2018).

Dari hasil Rilis indek kota toleran (IKT) yang dilakukan Setara insitut menurutnya masih meragukan kebenarannya dan merugikan masyarakat kota Banda Aceh sebagai kota ibukota propinsi Aceh.

Ia jelaskan hasil rilis Setara Institute pukulan telak terhadap kota Banda Aceh sebagai kota yang menerapkan syariat islam, seakan-akan penerapan syariat islam menjadikan masyarakat tidak toleran, tidak saling menghormati dan menghargai satu dengan yang lain.

Padahal jauh sejak abad 17 belum pernah tercatat konflik horizontar antar agama maupun antar etnis yang ada di Banda Aceh dan Aceh umumnya.

Oleh karenanya, DPRA agar bisa memanggil Lembaga tersebut karena masyarakat Aceh perlu tahu indikator, metodelogi, dan intrumen apa saja yang digunakan lembaga tersebut sehingga sebagai masyarakat juga ingin tau mengetahui bagaimana cara kerja tim Setara Institute.

" pertanyakan pendanaan riset tersebut dari mana, dan untuk kepentingan siapa dan bagaimana sistimnya hingga merilis Banda Aceh kota nomor dua terendah toleran, “ ujar politisi partai lokal ini.

Lanjutnya di Banda Aceh meskipun umat Islam mayoritas, namun nonmuslim bisa hidup berdampingan tanpa ada gangguan apapun. Bahkan hari-hari besar nonmuslim di sini selalu berlangsung khitmad tanpa adanya penjagaan yang berlebihan. Maka kita sesalkan jika Banda Aceh dianggap tidak toleran.

"Kami meminta kepada semua pihak untuk datang sendiri ke Banda Aceh melihatnya, InsyaAllah aman-aman saja. Meskipun Banda Aceh menjalankan syariat Islam, bukan berarti hal itu akan menghambat orang untuk datang, justru kami ingin menampakkan indahnya Islam itu dari Aceh," ungkap Mustaqin.

Sebelumnya Setara Institute mengeluarkan indeks Kota Toleran 2018. Hasilnya, Kota Singkawang di Kalimantan Barat jadi kota paling toleran. Setara menyusun peringkat kota paling toleran berdasarkan praktik-praktik toleransi di kota-kota di Indonesia. Ada 94 kota yang tingkat toleransinya diperiksa.

Beberapa poin yang diamati ialah kebebasan beragama/berkeyakinan, kesetaraan gender, serta inklusi sosial dijamin dan dilindungi UU. Selain itu, pernyataan dan tindakan aparatur pemerintah kota terkait toleransi juga diperhatikan.

Berikut ini indeks kota toleran versi Setara Institute:

1. Singkawang, 6.513
2. Kota Salatiga, 6.447
3. Pematang Siantar, 6.280
4. Kota Manado, 6.030
5. Ambon, 5.960
6. Kota Bekasi, 5.890
7. Kota Kupang, 5.857
8. Kota Tomohon, 5.833
9. Binjai Sumatera Utara, 5.830
10 Kota Surabaya, 5.823
Bagikan:
KOMENTAR