Petani Pasie Timon Sesali Irigasi Pompanisasi Belum Bisa Di Mamfaatkan

Minggu, 23 Desember 2018 | 15.41 WIB

Bagikan:
Pembangunan irigasi pompanisasi di Desa Pasie Timon, Teunom

DAILYACEH.COM,Calang | Ratusan petani di Desa Pasie Timon Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya menyesal dan mengeluh, pasalnya pompanisasi yang dibangun oleh Pemerintah melalui Dinas Pertanian setempat di tahun 2017 belum bisa dimamfaatkan untuk kegiatan pertanian terutama pertanian padi.

Sebagaimana diketahui, Proyek pembangunan pompanisasi tersebut dibangun oleh pemerintah untuk mensukses program daerah terutama dibidang pertanian padi. Selain itu untukbmempermudah para petani dalam memperoleh air saat musim kemarau dan musim bercocok tanam padi di desa setempat yang notabane para masyarakat hampir keseluruhan merupakan petani terutama petani padi.

Sabirin salah satu petani di Desa Pasie Timon ke media ini ( 23/12/2018) mengatakan semenjak selesai proyek pembangunan irigasi pompanisasi didesanya yang dibangun oleh Pemerintah Aceh Jaya, dirinya dan para petani lainnya belum sama sekali memanfaatkan irigasi tersebut untuk digunakan pada lahan sawahnya, padahal jika pompanisasi tersebut bagus sangat mempermudah para petani dalam bercocok tanam padi.
Kepala Desa Pasie Timon
melihat pipa irigasi pompanisasi

" Kami menyesal proyek pompanisasi tidak bisa dimamfaatkan oleh petani dan berharap pemerintah melalui dinas terkait bisa memperbaiki kembali", kata Sabirin.

Tak hanya Sabirin, Amri salah satu pengurus kelompok tani di Desa Pasie Timon juga menyampaikan dirinya pernah melihat pihak rekanan dan perwakilan Dinas menguji coba pompa air yang terletak di pinggiran sungai di desanya,namun setelah di uji coba tersebut para petani hingga saat ini belum bisa memamfaatkannya.

" kami tidak tau kenapa pompanisasi tersebut belum bisa difungsikan oleh petani bahkan sampai saat ini juga belum diserahkan kepada kelompok atau desa", ungkap Amri.

Sementara Zainal Keuchik Desa Pasie Timon saat ditemui menyatakan pembangunan pompanisasi di desanya bukan pada masa ia menjabat sebagai kepala desa,itu dikerjakan pada masa kepala desa lama sebelum ia menjabat. Namun dirinya, selama ini banyak menerima keluhan dari petani yang mempertanyakan tentang pompanisasi yang hingga saat ini belum bisa difungsikan.

" Saya tidak tau pasti, kenapa pompanisasi  tidak berfungsi di sebagaimana yang dikeluhkan para petani, dan berharap pihak dinas agar bisa memberi jawaban," harap Kades Zainal.

Sedangkan Sayuti, SP Kasi Usaha Tani, Agribisnis dan Pertanian saat dihubungi menyampaikan pembangunan Pompanisasi di Desa Pasie Timon dikerjakan sesuai dengan spek dan sudah selesai. Proyek tersebut dibangun tahun 2017 dengan besaran anggaran lebih kurang mencapai 300 juta yang dikerjakan oleh para kelompok tani di desa setempat.

Ia menyampaikan, mengenai keluhan para petani tentang belum berfungsinya dan tidak bisa dinaikkan air melalui jaringan pompanisasi yang dibangun oleh pihaknya itu tidak benar sebagaimana yang disampaikan. Pompa ini memang diperlukan inisiatif dari para petani yang ada di desa tersebut  dengan cara melakukan pancingan air dengan menggunakan mesin pompa lain supaya air yang berasal dari sungai bisa di pompa melalui jaringan yang sudah ada.

Sayuti menerangkan dulu pihaknya bersama rekanan dan kelompok tani telah menguji coba untuk mengaliri air ke sawah melalui pipa yang telah dibangun, bahkan saat itu air yang di tarik melalui pompa tersebut jalan tanpa ada masalah apapun sebagaimana yang dikeluhkan para petani.

" Memang ada sedikit hambatan pompanisasi ini yaitu diperlukan pancingan air lain untuk ditambahkan pada jaringan pipa yang dimasukkan ke sungai seperti pompa air rumah dulu yang ada dirumah warga," terang Sayuti.

Oleh karenanya selaku dinas meminta pada para petani supaya ada sedikit sumbangsih dana untuk bisa memfungsikan alat pompanisasi tersebut karena pemerintah telah berusaha membuatnya demi suksesnya pertanian di Aceh Jaya dan jika semuanya berharap pada bantuan pemerintah maka tidak akan berhasil sebagaimana yang diharapkan.

" Kita minta pada petani supaya ada inisiatif dari sendiri untuk memfungsikan karena pemerintah telah berusaha membuatnya kecuali proyek itu tidak sesuai spek baru bisa mempermasalahkan," cetus Sayuti mengakhiri percakapan.[]
Bagikan:
KOMENTAR