Sejak Dibangun, Petani Mon Mata Belum Rasa Nikmat Irigasi

Kamis, 27 Desember 2018 | 21.09 WIB

Bagikan:
Fajri Ketua Kelompok tani Peusaboh Hate Mon Mata, Aceh Jaya menunjukkan irigasi pompanisasi

DAILYACEH.COM,Calang |Kelompok Tani Peusaboh hate Desa Mon Mata Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya meminta dinas terkait agar memperjelaskan status Proyek pompanisasi yang sudah siap dibangun beberapa tahun lalu.

Pasalnya proyek pembangunan irigasi tersebut hingga saat ini  belum bisa di fungsikan dan belum dinikmati oleh para petani, hal itu disampaikan oleh Fajri Ketua Kelompok tani Peusaboh Hate, kamis 27/12/2018.

Fajri mengatakan, akibatnya masyarakat petani sangat kecewa terhadap pembangunan pompanisasi tersebut karena tidak bisa memberikan harapan pada kami.

" Kami kecewa pak, pompanisasi di desa kami hingga saat ini belum kami nikmati," kata Fajri.

Ia menjelaskan di Desa Mon Mata tersebut ada dua pompanisasi yang sudah di bangun, namun sangat di sayangkan pembangunan pompanisasi yang menghabiskan anggaran begitu besar namun sia-sia karna belum bisa satupun  di fungsikan untuk mengaliri air kesawah.

"Kami tidak mengetahui kenapa pompanisasi tersebut belum bisa difungsikan oleh petani," ungkap Fajri.

Bahkan sampai saat ini juga belum diserahkan kepada kelompok atau desa. Kami meminta pada pihak terkait agar mengusut proyek tersebut, karna terkesan mubazir disebabkan belum bisa di fungsikan sehingga terindikasi asal buat pogram saja. Seperti juga yang terdapat di Kecamatan Teunom dan sejumlah daerah lainnya di Aceh Jaya.

" Seharusnya pembangunan yang sudah siap di bangun beberapa tahun tersebut sudah bisa memberikan mafaat bagi petani, namun ini terbalik hanya menjadi obat sakit mata di tengah tengah sawah", terang Fajri.

Sementara T. Mufizar Kadis Pertanian Kabupaten Aceh Jaya saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya akan segera ke lapangan untuk melihat langsung pembangunan irigasi dan pompanisasi yang dikeluhkan oleh petani seperti di Desa Mon Mata dan di Teunom.

" Insya Allah, senin depan kita akan ke lapangan mendatangi para petani untuk mendengarkan keluhan yang dirasakan oleh para petani," cetus T. Mufizar.[]
Bagikan:
KOMENTAR