Tribun Lapangan Voli Di Aceh Jaya Mangkrak

Jumat, 11 Januari 2019 | 13.50 WIB

Bagikan:
Tribun lapangan volly di samping kantor Koni Aceh Jaya Desa Dayah Baroe, Krueng Sabee(11/1)

DAILYACEH.COM,Calang | Proyek bangunan sarana dan prasarana olah raga volly di Desa Dayah Baroe, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya bersumber dari Dana Alokasi Khusus Aceh (Doka) tahun 2018 di duga tak selesai alias mangkrak.

Di lokasi, bangunan tersebut hingga akhir bulan desember belum kunjung selesai dikerjakan oleh rekanan dan hanya terlihat pondasi dan tiang yang selesai dikerjakan, jum'at 11/1/1/2019.

Dari pamplet yang terpampang di lokasi proyek, bangunan tersebut dikerjakan oleh CV Calang Mories dengan nomor kontrak 028.K/SPK.SRN.PML/VIII/2018 yang nilai pagu mencapai RP 431.023.037 ( Empat ratus tiga puluh satu juta dua puluh tiga ribu tigapuluh tujuh rupiah).

Pekerjaan tersebut dimulai sejak tanggal 29 agustus 2018 dan berakhir pada tanggal 16 Desember 2018 dan proyek tersebut bersumber dana dari dana APBA tahun 2018.

Muslim HS Pengurus Koni Aceh Jaya ke media ini, dirinya sangat menyanyangkan atas tidak selesainya pekerjaan pembangunan tribun lapangan volli yang dilakukan oleh pihak provinsi.

Dirinya mengatakan atas tidak selesainya pekerjaan bisa menghambat berbagai penyelenggara kegiatan olah raga terutama turnamen volly yang sering dilakukan di lokasi tersebut.

Dijelaskan pihaknya hanya selaku penerima manfaat, pelaksana lapangan dan pengawasan bukan dibawah Dispora Aceh Jaya akan tetapi dari provinsi.

" kita hanya selaku penerima mamfaat setelah pembangunan proyek tersebut diserahkan," kata Muslim HS.

Sementara Asy’ary SE Kadispora Aceh Jaya saat dikonfirmasi media ini mengungkapkan proyek tribun lapangan volly di pinggir kantor Koni Aceh Jaya yaitu proyek yang bersumber dana dari provinsi Aceh tahun 2018.

Ia menjelaskan, selaku penerima manfaat sangat menyanyangkan atas tidak selesainya pekerjaan oleh rekanan. Dan dirugikan atas tidak bisa dipergunakan pembangunan di lapangan volly tersebut.

" Kita dirugikan atas pembangunan tersebut, jika tidak bisa dikelola oleh provinsi kenapa tidak di alihkan ke daerah. Inikan pekerjaan kecil, kita pun siap menyelesaikannya," jelas Asy’ary SE.

Menurutnya dalam pekerjaan ini,  pihaknya tidak terlibat, baik perencanaan hingga pengawasan semua dari provinsi yaitu Dispora Aceh sehingga pihaknya tidak mengetahui adanya proyek di daerah Aceh Jaya.

" Seharusnya pihak provinsi, jika ada pekerjaan yang ada di daerah agar dikoordinasi dengan daerah/kota terhadap pelaksanaan kegiatan dilapangan sehingga pihaknya bisa mengawasinya dan diberi kewenangan penuh supaya ada tanggung jawab di tingkat kabupaten/ kota," minta  Asy’ary SE.[]
Bagikan:
KOMENTAR