PWI Aceh Jaya Kunjungi Mahasiswa Aceh Di Surabaya, Ini Curhat Mahasiswa

Sabtu, 09 Februari 2019 | 21.37 WIB

Bagikan:
Utusan PWI Aceh Jaya silaturahmi dengan Mahasiswa Aceh Di Surabaya

DAILYACEH.COM,Surabaya |Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Balai Aceh Jaya mengunjungi Mahasiswa Aceh yang tergabung dalam Pengurus Pelajar Mahasiswa Keluarga Tanoh Rincong (PMKTR) Surabaya Jawa Timur yang berlansung di Warkop Mie Aceh Narasa di Semolowaru, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu Sore (09/02/2019).

Kunjungan PWI Aceh Jaya tersebut dalam rangka silaturrahmi dan tukar pendapat bersama mahasiswa asal Aceh yang menempuh pendidikan perguruan tinggi di Surabaya.

"Ada beberapa hal yang menjadi topik utama diskusi bersama Pengurus PMKTR Surabaya," Ujar Suar Sri Herdi salah satu pengurus PWI Aceh Jaya kepada media ini.

Salah satunya terkait kondisi Aceh saat ini yang masih jauh tertinggal dibandingkan dengan daerah lain, baik itu dari segi ekonomi, pembangunan dan pendidikan, tambahnya.

Selain itu kondisi Asrama Mahasiswa di Surabaya juga menjadi topik paling hangat dalam diskusi singkat bersama mahasiswa Aceh di Surabaya.

"Jika mendengar pengakuan dari pengurus PMKTR Surabaya sudah sepatutnya Mahasiswa Aceh punya Asrama yang layak di Surabaya," Terang Suar.

Apalagi katanya, jika PMKTR itu sudah sangat lama terbentuk dan salah satu tokoh pendiri PMKTR Surabaya merupakan Nova Iriansyah yang saat ini menjabat sebagai Plt Gubernur Aceh," Ujar Suar.

Sementara itu, Ketua PMKTR Surabaya Muarif berharap agar Asrama Mahasiswa di Surabaya dapat segera di fungsikan dan segera diperluas bangunannya.

Ia juga mengatakan, saat ini mahasiswa Aceh di Surabaya sudah melebihi 200 orang, jadi sudah selayaknya memiliki Asrama yang layak untuk ditempati.

Dijelaskan keadaan asrama sekarang belum layak dihuni dengan luas tanah 15x25. Setelah diambil alih oleh pemerintah, sampai hari ini belum ada kelanjutan. Bangunan yang direncanakan 4 lantai. Dan sampai sekarang baru teralisasi hanya lantai dasar berupa 3 kamar tidur, satu mushola dan ruangan kosong yang digunakan untuk berkumpul. Dana tersebut diperoleh dari swadaya masyakatat Aceh

"Kita kesulitan tempat tinggal dan tempat untuk berkumpul, mungkin karena itu kita masih jarang berkumpul," Ungkap Muarif mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.[]
Bagikan:
KOMENTAR