Aceh Jaya Hasilkan Produk Parfum Dan Teh Herbal Dari Minyak Nilam Dan Daun Kelor

Kamis, 27 Juni 2019 | 15.24 WIB

Bagikan:
Louching Hasil minyak nilam sebagai produk farfum dan teh herbal di ruang Balai Senat lantai 2 Gedung KPA Universitas Syiahkuala  Banda Aceh, Rabu,26 Juni 2019

DAILYACEH.COM,BANDA ACEH | Pemkab Aceh Jaya bersama dengan ARC Unsyiah dan Bank Indonesia Provinsi Aceh mengadakan louching produk turunan nilam yang berlangsung di ruang Balai Senat lantai 2 Gedung KPA Universitas Syiahkuala  Banda Aceh, Rabu,(26/6).

Produk turunan ARC-PUI Nilam yang telah di louching meliputi Neelam Parfum, ramu aroma teraphy, nilamo body serub, aku-care(mnyak angin aroma teraphy), brolution,  Hand sanitizer, dan  teh herbal daun selor.
Selesai Louching, para peserta yang hadir mengikuti seminar terhadap pengembangan produk nilam dalam rangka mengambil langkah langkah maupun MOU pihak terkait proses pembentukan industry bisnis nilam.

Foccus Group Discussion(FGD) Science and Techno Part(STP) nilam  ataupun  seminar  tentang produk nilam tersebut di hadiri oleh Wakil Rector( I) prof. Marwan yang sekaligus menjadi narasumber, Drs. Mustafa Spd. MA perwakilan Pemkab Aceh Jaya,  DR, Syaifullah Muhammad dari ARC- Unsyiah, Sunarso perwakilan Bank Indonesia serta Taufik Abidin M.tech ketua LPPM- Unsyiah.

Dalam seminar  tersebut, Prof. Marwan  memberikan tanggapan positif  mengenai program  pengembangan bisnis industry  produk nilam di Aceh.

“Pada hari ini kita akan mendiskusikan  strategi kedepan, dengan harapan produk nilam di aceh akan semakin meningkat” kata Pkualitasnya.


Sementara Dr. syaifullah Muhammad selaku kepala pusat riset ARC (Atsiri Reaserch Center) -Unsyiah memberikan tangapan mengenai rendahnya harga nilam Aceh  saat ini, padahal nilam aceh sangat terbukti kualiatanya, dimmana pada Masa dahulu harga minyak nilam di Aceh bisa mencapai lebih dari satu juga perkilo.

“ Kami pihak ARC- Unsyiah, selaku produksi turunan nilam , berkomitmen membangkitkan kembali indutri nilam di aceh agar mendapat  kepercayaan kembali di pasar dunia, kita akan akan standarkan harga nilam kembali pada posisinya”. Tegas syaifullah.

Pada pembahasan lainnyaTerkait STP (pembangunan lahan Industri), pihaknya akan berkoordinasi bersama pihak terkait untuk menentukan tempat yang strategis sesuia kebutuhan pasar dan  Akan melakukan study lokasi terlebih dahulu.

“kami rasa Aceh Jaya sudah siap untuk di jadi lahan industry  produk nilam, Pemda setempat  juga sangat mendukung,”pungkas sayifullah

Sebagai informasi, Aceh Jaya dan  Ladong Aceh Utara menjadi dua Daerah dengan  penghasil nilam terbanyak dengan standard  kualiatas terbaik.

Selanjunya Menganai STP, bapak Sunarso dari pihak Bank Indonesia  yang Hdir pada seminar tersebut  mmeberikan dukungan  terhadap pogram pembangunan STP (lahan indutri).

“ kami akan menjadi penengah dan mitra bersama untuk terus mendukung pogram bisnis produk nilam yang akan di kembangkan,” kata Sunarso.

Dia juga menambahkan, pihak nya lebih mendukung kalau pembangunan STP sekiranya di pegang oleh P.T(perseroan terbatas) di karnakan system pengeloaannya lebih efesien dari badan usaha lainya.

Sementara itu, Pemkab Aceh Jaya pada kesempatan tersebut di hadiri oleh sekretaris Daerah Drs.Mustafa Spd MA menyambut baik atas gagasan progam terkait produksi tanam nilam.

“ kami sudah siap menyediakan lahan untuk produk industry nilam, mengingat luas tanam nilam di Aceh Jaya sejak tahun 2013 hingga 2018 rata rata seluas 238,5 hektar, dan berhasil meproduksi minyak nilam rata rata 37,8 ton pertahun, insyaallah pada tahun 2020 kita akan kembangkan lahan seluas 90 Hektr” tegas Mustafa.

Terkait pembangunan STP, aceh Jaya sangat layak untuk di perhintungkan, karana produktifitas nilam di Aceh Jaya sangat Banyak, dan sudah teruji kualitasnya.

“ Harapan kami, pogram pengembngan produk nilam ini, menjadi modal untuk petani di Aceh Jaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik” jelas Mustafa.



Bagikan:
KOMENTAR