Warga Abdya Keluhkan Pengguna Racun Dan Alat Setrum Di Sungai

Sabtu, 29 Juni 2019 | 20.04 WIB

Bagikan:

DAILYACEH.COM,ABDYA |Aktivitas menangkap ikan menggunakan bahan berbahaya dan beracun (B3) termasuk setrum bakal merusak ekosistem air. Tindakan ini membuat geram masyarakat Aceh Barat Daya khususnya warga yang tinggal diperairan sungai Krueng Bekah.

Racun atau disetrum maka lambat laun ikan-ikan kita akan habis, entah itu ikan berukuran besar atau anakan semuanya mati. Sehingga jangan bingung kalau ke depannya masyarakat akan kesulitan mendapatkan ikan di Sungai Krueng Bekah," tegasnya Kepala UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Kuala Batee, Joko Supeno, Sabtu 29 Juni 2019.

Racun ikan di sungai Krueng Bekah akan membuat semua binatang yang hidup di sungai mati. Tidak ada lagi proses regenerasi untuk mengembalilan populasi ikan. Pun demikian dengan setrum ikan. Kendati juga membahayakan pelakunya, namun aktivitas ini ternyata masih marak dilakukan oknum-oknum tidak bertanggungjawab saat musim kemarau.

"Dampak menyetrum juga hampir sama, semua ikan pasti mati,"ungkap nya.

Dijelaskan Joko, praktek menangkap ikan dengan cara meracun dan menyetrum sangat-sangat merugikan dan dilarang dalam hukum. Prkatek ini, katanya, harus ditindak sebab akan memusnahkan seluruh habitat ikan.

"Itu jelas tidak boleh, selain dapat memusnahkan semua habitat ikan, juga berbahaya bagi kita sendiri, lantaran sebagian ikan yang mati itu akan dimakan oleh nyamuk dan dapat membuat wabah penyakit bagi kita," kata Joko.

Seharusnya, lanjutnya, masyarakat harus mengunakan cara-cara menangkap ikan yang ramah lingkungan, ini seperti menyaring, memancing dan cara lain yang ramah lingkungan sehingga kelestarian habitat ikan diperairan sungai kita dapat terjaga hingga ke anak cucu nanti.

"Bayangkan saja berapa banyak ikan kecil yang mati sia-sia. Tidak hanya itu, dengan cara meracun dapat memusnahkan seluruh habitat ikan. Jika sudah begitu, kita juga yang rugi," ujarnya.

Secara terpisah,Sapri, warga Blangpidie yang sering menghabiskan waktu sore untuk memancing di aliran sungai irigasi Krueng Beukah, Ia mengaku kerab melihat sendiri praktek menangkap ikan dengan cara-cara yang menurutnya sangat merugikan dan merusak keberlangsungan ikan diperairan sungai.

 "Praktek itu sering saya lihat. Saya heran, apa mereka tidak berpikir menangkap ikan dengan cara itu sangat merugikan, sebab, termasuk ikan-ikan kecil akan mati sia-sia," terang Sapri.(M)
Bagikan:
KOMENTAR