Kajari Abdya Mulai Panggil Saksi Terkait Kasus Dugaan SPPD Fiktif

Selasa, 02 Juli 2019 | 21.11 WIB

Bagikan:
Abdul Khadir, Kajari Kabupaten Aceh Barat Daya
DAILYACEH.COM, ABDYA | Kejaksaan Negeri Kabupaten  Aceh Barat Daya ( Abdya ) mulai memeriksa  saksi terkait dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif di lingkungan DPRK setempat.

Pemeriksaan terkait dugaan korupsi SPPD fiktif terhadap anggota DPRK mulai dilaksanakan hari ini, Selasa (2/7). Baik Sekwan maupun anggota DPRK lainnya.

"Hari ini baru kita mulai pemanggilan dan pemeriksaan awal terhadap saksi yang terkait dugaan SPPD fiktif.Jika proses material akan memenuhi syarat baru kita tingkatkan ketahap penyelidikan” kata kajari  Abdya, Abdul Khadir diruang kerjanya. Selasa (2/7/2019) .

Perkembangan lebih lanjut, pihaknya belum bisa berkomentar lebih karena tim jaksa akan melakukan ekpose memberitahu kesaya.Jadi sekarang, hanya sebatas itu," ujarnya.

"Yang pasti kita akan terus menelusuri penggunaan SPPD fiktif yang diduga dilakukan anggota dewan," pungkasnya.

Untuk diketahui,Kasus dugaan SPPD fiktif di lembaga DPRK Abdya tahun 2017 tersebut disinyalir merugikan keuangan negara sebesar Rp1 miliar lebih dan awalnya diketahui dari hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI tahun 2018.

Kemudian pada tahun 2019, kasus tersebut ditangani tim Kejaksaan dan menurut informasi sejumlah anggota DPRK mulai mengembalikan dana tersebut ke kas daerah setempat.

Sebelumnya Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mengingatkan pihak Kejaksaan agar tidak sembarangan mengeluarkan dikresi (kebijakan) terhadap anggota legilsatif yang telah mengembalikan anggaran SPPD tersebut sebelum mengkaji dasar hukumnya.(M)
Bagikan:
KOMENTAR